Berita Jepara
"Kami Hanya Ingin Bertahan dan Bisa Panen" Pilu Petani Pesisir Jepara Bertarung Melawan Rob
Petani di wilayah pesisir pantai Kabupaten Jepara misalnya, hanya bisa menanfaatkan dua kali masa tanam dalam satu tahun.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bertahan sebagai petani di pesisir pantai tidaklah mudah. Rob yang membawa air asin dan uap asin seringkali menjadi tantangan petani.
Ketika dua hal tersebut menjelma sebagai badai yang menyapu lahan pertanian, petani hanya bisa pasrah.
Selanjutnya, mereka bersiap diri mengulang masa tanam yang gagal tumbuh dan berujung mati.
Baca juga: TERUNGKAP, SKCK Palsu Beredar di Jepara, Pelaku 3 Karyawati Swasta
• 10 Destinasi di Jateng Paling Banyak Dikunjungi saat Libur Nataru, Teratas di Kota Lama Semarang
Petani di wilayah pesisir pantai Kabupaten Jepara misalnya, hanya bisa menanfaatkan dua kali masa tanam dalam satu tahun.
Ancaman rob dan uap asin selalu ada, baik di masa tanam (MT) 1 maupun MT 2. Di MT 1, rob dan uap asin seringkali terdorong oleh debit air sungai dan hujan, sehingga tidak menimbulkan ancaman serius bagi petani.
Selebihnya, banjir yang menggenangi persawahan menjadi hambatan bagi petani dan harus diantisipasi.
Sementara di MT 2, tantangan terbesar petani datang dalam bentuk rob dan uap asin.
Tanaman yang tersapu rob dan air asin dipastikan rusak dan mati.
Sementara air sungai yang sedianya sebagai pendorong agar tidak terjadi rob justru mengering dampak musim kemarau.
Begitu halnya uap asin yang bebas beterbangan dan mematikan tanamam yang terdampak.
Dampak terburuk dari ancaman rob dan uap asin bagi petani di pesisir pantai adalah tanaman mati dan gagal panen.
Satu di antara petani pesisir Jepara di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Ahmad Faris seringkali mengalami gagal panen.
Selama menjadi petani pesisir pantai lebih dari 20 tahun membuat dia kenyang dengan rob dan uap asin.
Dampak terkecilnya adalah sulam tanaman yaitu mengganti tanaman yang mati dengan bibit baru. Itu hanya berlaku bagi tanaman yang mati selepas ditanam.
Dampak terbesarnya gagal panen ketika rob dan uap asin datang saat tanaman padi sudah berbiji dan merusak tanaman tanpa pandang bulu.
Baca juga: Tangis Haru Wiwik di Penghujung Tahun, Santunan Pemkab Jepara Jadi Penyemangat bagi Ratusan Warga
• Dosen Unima Terseret Kasus Kematian Evia Mahasiswi di Kamar Kos, Surat Korban Jadi Petunjuk
| Program Turus Jalan Jepara, 7 KM Lahan Marginal Jadi Sasaran Budidaya Tanaman Buah |
|
|---|
| Jalan Sepanjang 747 Meter di Keling Jepara Mulai Dibangun |
|
|---|
| 10 Pemuda Desa Kawak Jepara Mainkan Sepakbola Api 25 Menit, Simbol Memerangi Hawa Nafsu dan Amarah |
|
|---|
| Menempa Kesabaran di Lembaran Kayu, Danisa Buktikan Gadis Remaja Juga Lihai Memahat di Jepara |
|
|---|
| Mengintip Tradisi Jembul Tulakan di Jepara, Gunungan Bambu yang Diyakini Bisa Bikin Sawah Subur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260102-_-Petani-Desa-Suwawal-Jepara.jpg)