Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Desa Tempur Jepara Terisolasi Longsor, 5 Ekskavator Diterjunkan Buka Jalur Distribusi Logistik

BPBD Kabupaten Jepara menerjunkan puluhan relawan dan 5 ekskavator untuk membuka akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
TERJUNKAN EKSKAVATOR - Sejumlah alat berat diterjunkan untuk pemindahan arus sungai yang melebar yang menyebabkan jalan terputus menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Rabu (14/1/2026). Bantuan logistik terus didistribuskan dengan menggunakan sepeda motor.  

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara menerjunkan puluhan relawan untuk membuka akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling yang sempat terputus dampak bencana banjir dan tanah longsor.

Akses jalan yang sudah terbuka hanya cukup untuk hilir mudik distribusi logistik relawan dan aktivitas masyarakat dengan menggunakan sepeda motor.

Belum cukup digunakan sebagai akses utama mobil dan ekskavator melintas memasuki wilayah Desa Tempur.

Baca juga: Penampakan Akses Jalan ke Desa Tempur Jepara yang Mulai Terbuka, Masih Berisiko

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, fokus penanganan bencana di Desa Tempur saat ini adalah pembangunan jalan darurat yang bisa dilalui alat berat.

Dari lima unit alat berat yang dikerahkan, satu di antaranya ditempatkan di lokasi jalan terputus. Sisanya diproyeksikan untuk membersihkan material longsoran menunu perkampungan Desa Tempur.

Pembangunan jalan darurat baru bisa dilaksanakan setelah arus sungai yang melebar digeser ke titik awal sungai.

Satu unit ekskavator diterjunkan ke badan sungai dengan fokus pemindahan arus agar bisa dibangun jalan darurat.

"Dengan satu unit armada long arm, kita fokus pemindahan arus sungai yang keluar dari jalur awalnya. Nanti alat berat lain usaha biar bisa naik ke atas, fungsinya membersihkan material longsoran," terangnya, Rabu (14/1/2026).

Arwin menyebut, masih ada belasan titik longsoran yang belum bisa dibersihkan setelah jalan terputus menuju permukiman Desa Tempur.

Masyarakat dan relawan Desa Tempur hanya mampu membuka sebagian akses dengan alat seadanya untuk akses sepeda motor. Mengingat material longsoran berupa tanah disertai bebatuan dengan ukuran besar, sehingga membutuhkan alat berat.

Pihaknya tidak memaksakan relawan kebencanaan yang diterjunkan untuk membersihkan material longsoran sebelum alat berat bisa menjangkau titik longsoran.

Selebihnya difokuskan untuk membantu distribusi logistik dan kebutuhan lain untuk masyarakat, termasuk membantu tim medis dalam memberikan layanan kesehatan, juga kecukupan makanan.

"Masih ada lebih dari 10 titik dengan material longsoran batu besar. Ada di jalan kabupaten, ada juga di jalan desa di gang-gang. Ada lima alat berat bantuan dari gubernur, BBWS, PUPR dan BPBD. Ada bantuan bronjong dari BBWS 500 lembar, nanti rencana penanganan sementara isi bronjong ditutup dengan cor," ujarnya.

Arwin berharap kondisi cuaca mendukung progres pengalihan arus sungai supaya bisa tercapai dalam beberapa hari ke depan.

Pemindahan arus sungai ini sebagai kunci langkah BPBD dalam menanggulangi bencana di Desa Tempur dengan mengerahkan puluhan relawan dan alat berat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved