Berita Jepara
152 Mahasiswa Unisnu Jepara Dapat Akses Program Kartu Sarjana
Pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan sumber daya unggul dengan memberikan bantuan UKT bagi calon sarjana di Kota Ukir.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul mulai getol dilakukan Pemerintah Kabupaten Jepara.
Di antaranya melalui program Kartu Sarjana dan bantuan UKT bagi calon-calon sarjana asal Kota Ukir.
Kartu sarjana diproyeksikan memberikan akses pendidikan lebih luas kepada mahasiswa Sarjana (S-1) dari keluarga kurang mampu atau yang memiliki prestasi tertentu.
Dalam upaya memperkuat sumber daya manusia di Kabupaten Jepara.
Baca juga: Pemkab Jepara Berikan THR dan TPP Rp57,3 M untuk 12.210 Pegawai Hari Ini
Sasaran penerima beasiswa ini warga Kabupaten Jepara lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang melanjutkan pendidikan perkuliahan jenjang Sarjana S-1 berasal dari keluarga kurang mampu atau memiliki prestasi tertentu.
Juga menyasar langsung mahasiswa Sarjana S-1 yang berasal dari keluarga kurang mampu dan mengalami kendala pembiayaan pendidikan (UKT).
Program ini bersifat pengajuan, di mana pemohon dapat mengajukan beasiswa kepada bupati melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara.
Calon penerima beasiswa harus terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Untuk calon penerima jalur prestasi harus memiliki sertifikat atau piagam kejuaraan minimal juara 3 di tingkat kabupaten atau hafal Al Qur'an minimal 10 juz.
Sementara mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan Sarjana S-1, IPK minimal 3,0 dan sedang menempuh semester 8.
Penerima beasiswa kartu sarjana berhak mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Jepara.
Pada Program Studi Umum/Pariwisata/Industri Furniture berhak mendapatkan beasiswa Rp 3,5 juta tiap semester atau Rp 7 juta per tahun.
Untuk Program Studi Kesehatan, bantuan pendidikan yang diberikan maksimal Rp 5 juta per semester atau Rp 10 juta per tahun.
Pemkab Jepara terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, sektor pendidikan menjadi satu fokus utama pemerintah daerah. Investasi di bidang sumber daya manusia digarap serius di Kota Ukir. Meskipun membutuhkan waktu panjang dan biaya besar, namun diproyeksikan dapat memberikan hasil yang signifikan untuk masa depan suatu daerah.
Kata dia, program-program pendidikan menjadi konsen Pemkab Jepara untuk mendapatkan SDM yang unggul. Program kartu sarjana hadir sebagai bagian dari investasi daerah untuk masa mendatang.
Mas Wiwit, sapaan akrab Witiarso Utomo menuturkan, saat ini jumlah penerima program Kartu Sarjana Jepara yang bekerja sama dengan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara sudah diakses 152 mahasiswa.
Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat Jepara yang dapat mengakses pendidikan di perguruan tinggi dengan dukungan pemerintah daerah.
Pemkab Jepara juga berkomitmen membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Artinya, Kartu Sarjana ini tidak hanya menyasar mahasiswa baru saja, juga bisa diakses bagi mahasiswa lama yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, dengan catatan memenuhi ketentuan dan syarat yang berlaku.
"Kami juga akan membantu mahasiswa yang mengalami kendala pembayaran UKT. Nanti bisa dibantu melalui BAZNAS bagi mahasiswa yang ber-KTP Jepara," terangnya usai melakukan kunjungan ke Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Senin (16/3/2026).
Bupati meminta Unisnu melakukan proses penyaringan atau screening terhadap mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut.
Semata-mata agar tujuan utama Program Kartu Sarjana bisa tercapai. Yakni membantu peserta didik mengakses pendidikan saraja, dan mencegah mahasiswa berhenti kuliah karena kendala biaya.
"Jangan sampai anak-anak kita putus kuliah karena masalah biaya. Banyak faktor yang membuat mereka terhambat bukan karena kemauan mereka. Kita bantu agar mereka bisa menyelesaikan kuliahnya," ujar bupati.
Rektor Unisnu Jepara, Prof. Abdul Djamil menyampaikan, isu strategis yang menjadi perhatian perguruan tinggi dan pemerintah daerah satu di antaranya program kartu sarjana. Program tersebut berpotensi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat Jepara.
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Jepara Ramadan Hari ke-26, Senin 16 Maret 2026
Menurut dia, IPM Jepara menunjukkan tren peningkatan yang positif untuk masa depan pembangunan suatu daerah.
Sehingga dibutuhkan pemimpin daerah yang mau memperhatikan sektor pendidikan untuk menyiapkan generasi muda di masa mendatang.
"Selain pendidikan, juga (penting) membahas sektor kesehatan dan ekonomi. Tiga kata kunci ini saling berkaitan dan menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas Jepara agar lebih maju di masa mendatang," harap dia. (Sam)
| Stok 2 Kuintal Daging Sapi Ludes dalam 3 Jam, Padahal Harga Sudah Naik Rp 5 Ribu di Jepara |
|
|---|
| Menjaga Api Tradisi Perang Obor di Jepara, Kisah 40 Warga Tak Khawatir Kena Luka Bakar |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Gudang Oven Kayu di Jepara Ludes Terbakar |
|
|---|
| Satu Jemaah Haji Asal Jepara Meninggal di Makkah, Usianya 84 Tahun |
|
|---|
| Pria Jepara Ngaku Anggota BIN Ditangkap di Warung Makan, Bawa Atribut Palsu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260316_Bupati-Jepara-Witiarso-Utomo-mengunjungi-Unisnu_1.jpg)