Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Program Turus Jalan Jepara, 7 KM Lahan Marginal Jadi Sasaran Budidaya Tanaman Buah

Program baru bernama "Turus Jalan" mulai direalisasi Pemerintah Kabupaten Jepara dalam mendukung program penghijauan jalan.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/TRIBUNJATENG/KOMINFO JEPARA
TURUS JALAN - Bupati Jepara, Witiarso Utomo merealisasikan program Turus Jalan dengan penanaman pohon buah di lahan marginal jalan atau bahu jalan, Rabu (22/4/2026) di Desa Jenggotan, Kecamatan Kembang. Tahap awal program ini disiapkan 700 bibit buah mangga kioji dan kelengkeng dengan sasaran 7 kilometer lahan di 6 desa tersebar di Kecamatan Kembang. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Program baru bernama "Turus Jalan" mulai direalisasi Pemerintah Kabupaten Jepara dalam mendukung program penghijauan jalan dan peningkatan pendapatan asli desa (PADes).

Turus Jalan merupakan upaya pemerintah daerah memanfaatkan lahan marginal jalan yang sebelumnya hanya dibiarkan tumbuh rumput liar, kini mulai dimanfaatkan dengan penanaman pohon buah.

Baca juga: Laila Saidah Witiarso Utomo: Jadilah Perempuan Positif, Inovatif dan Berdaya

Pemerintah Kabupaten Jepara memetakan 7 kilometer jalan di enam desa yang tersebar di Kecamatan Kembang sebagai sasaran penanaman pohon buah.

Lebih dari 700 bibit pohon mangga kioji dan kelengkeng disiapkan, sebanyak 462 bibit pohon buah di antaranya ditanam hari ini, Rabu (22/4/2026) di wilayah Jenggotan, Kecamatan Kembang.

Rencananya, pohon-pohon buah yang telah disiapkan juga ditanam di Desa Sumanding, Bucu, Cepogo, Dudakawu dan Pendem.

Program Turus Jalan merupakan upaya Pemerintah Jepara dalam mengoptimalkan potensi desa.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, program ini bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan memanfaatkan lahan marginal jalan atau bahu jalan.

Kata dia, selama ini bahu jalan atau turus jalan hanya menjadi lahan sisa yang ditumbuhi semak tanpa mengandung nilai ekonomi. Diharapkan lahan-lahan tersebut nantinya lebih produktif dengan memberikan hasil panen buah yang bernilai jual.

Pada awal pelaksanaan program, bahu jalan sepanjang 7 kilometer jadi target terciptanya "lorong pangan" yang produktif di pinggir jalan.

Saat ini program tersebut difokuskan pada jalan kabupaten dan sebagian jalan desa, dengan harapan dapat menjadi contoh masyarakat untuk meniru kegiatan serupa.

"Tanaman mangga Kioji dan kelengkeng memiliki nilai ekonomi tinggi dan cocok dengan karakter lahan di Kecamatan Kembang. Diperkirakan jika sampai panen maksimal bisa menghasilkan Rp 500 ribu hingga Rp1 juta per pohon," terangnya.

Keberlanjutan program dalam bentuk perawatan tanaman didampingi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara.

Mas Wiwit menegaskan, program ini bukan sekadar penghijauan, juga strategi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui hasil panen buah.

"Saya ingin manfaat ekonominya benar-benar dirasakan langsung di tingkat bawah (masyarakat)," tegas dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir menambahkan, dari 700 bibit buah yang disiapkan, terdiri dari 500 bibit pohon mangga kioji dan 200 pohon kelengkeng. Dari 7 kilometer lahan yang jadi sasaran, penanaman antara satu pohon dengan pohon lainnya berjarak 10 meter.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved