Kabupaten Jepara
51 Jemaah Haji Asal Jepara Berusia Lebih Dari 80 Tahun
Pendapa Kartini Jepara diwarnai dengan isak tangis haru keluarga dan jemaah haji dalam prosesi pelepasan 1.541 jemaah haji asal Kabupaten Jepara.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pendapa Kartini Jepara diwarnai dengan isak tangis haru keluarga dan jemaah haji dalam prosesi pelepasan 1.541 jemaah haji asal Kabupaten Jepara ke embarkasi atau Asrama Haji Donohudan.
Air mata bahagia tak terbendung dari beberapa keluarga pengantar jemaah haji pada setiap kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan.
Termasuk kloter 40 sebagai kloter terakhir dari Jepara yang dilepas ke embarkasi hari ini, Senin (4/5/2026).
Dari sudut-sudut halaman pendopo kantor bupati, pelukan hangat antar jemaah haji dan keluarga menambah suasana hangat proses pelepasan jemaah haji.
Mereka saling mendoakan dan juga menguatkan satu sama lain sebelum proses ibadah di Tanah Suci benar-benar dimulai.
Bagi jemaah haji, doa orangtua sangat dibutuhkan untuk kelancaran dan keselamatan selama melaksanakan ibadah haji.
Sementara bagi keluarga yang ditinggalkan, melepas anggota keluarga dalam waktu cukup lama ke negara lain juga tidak perkara mudah. Butuh keikhlasan yang besar agar pelaksanaan ibadah haji lancar dan bisa kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
Pada tahun ini, jemaah haji asal Jepara yang diberangkatkan sebanyak 1.541 orang.
Pelepasannya dilakukan secara bertahap dalam lima kloter. Kelompok terbang 36 sebanyak 164 jemaah, kloter 37 berjumlah 355 jemaah, kloter 38 sebanyak 353 jemaah, kloter 39 berjumlah 355 jemaah, dan kloter 40 sebanyak 314 jemaah.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Zubed Siamun Jihad menuturkan, komposisi jemaah tahun ini didominasi perempuan. Di mana jumlah jemaah perempuan mencapai 854 orang dan jemaah laki-laki 687 orang.
Kata dia, penyelenggaraan haji tahun ini mengusung layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Sehingga tidak heran lagi jika banyak jemaah haji perempuan dan lansia mewarnai ibadah haji tahun ini.
Dengan artian banyak juga jemaah haji dari kategori lansia yang terpanggil lebih cepat hanya berselang beberapa tahun saja dari pedaftaran.
Dengan mengusung tema tersebut, pendampingan dilakukan lebih ekstra untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama perjalanan ibadah.
Zubed menjelaskan, kategori jemaah haji yang memerlukan pendampingan khusus ada 296 jemaah berusia 65 - 79 tahun dan 51 jemaah dengan usia lebih dari 80 tahun.
"Dengan banyaknya jemaah haji lansia, pendampingan dilakukan secara intensif, terutama bagi jemaah lansia dan perempuan," terangnya.
| Jepara Ajukan Bantuan 29 LKP ke Kementerian: Kami Butuh Diakui Sebagai Lembaga Vokasi Non-Formal |
|
|---|
| DPRD Layangkan 53 Kritik dan Saran Atas Program Pemerintah Jepara 2025 |
|
|---|
| Baznas Jepara Ditarget Rp 17,6 M Tahun 2026 |
|
|---|
| Jepara Dengan Program Ngantor Desa, 455 Persoalan Jadi Tantangan 2026 |
|
|---|
| Senyum Mak Ros Renyah Dapat Bantuan Sahabat Keluarga Jepara Jelang Lebaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260504_KEBERANGKATAN-Jemaah-haji-asal-Kabupaten-Jepara.jpg)