Berita Kabupaten Pekalongan
Sukirman Jawab Keluhan Warga, Ini Daftar Perbaikan Jalan Rusak di Pekalongan Tahun Ini
Keluhan masyarakat terkait banyaknya jalan rusak di Kabupaten Pekalongan mulai mendapat jawaban nyata dari pemerintah daerah.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Keluhan masyarakat terkait banyaknya jalan rusak di Kabupaten Pekalongan mulai mendapat jawaban nyata dari pemerintah daerah.
Plt Bupati Pekalongan, Sukirman membeberkan sejumlah ruas jalan prioritas yang akan segera diperbaiki sebagai bagian dari program penanganan infrastruktur tahun 2026.
Kepastian itu disampaikan Sukirman saat menjadi narasumber dalam dialog publik bersama GP Ansor Kabupaten Pekalongan bertajuk 'Lubang di Jalan, Lubang di Penghasilan: Mengurai Dampak Infrastruktur terhadap Ekonomi Rakyat' di Wonopringgo, Senin (25/5/2026) malam.
Baca juga: Dari Jalan Desa hingga Bremi-Meduri Pekalongan, Sukirman dan Rizal Bawazier Satukan Langkah
Menurut Sukirman, sejumlah ruas yang masuk daftar prioritas perbaikan antara lain wilayah Karangdadap, Watusalam, ruas depan Kantor MWC NU Buaran, pertigaan menuju Warungasem, hingga perbatasan Kota Pekalongan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penanganan untuk Jembatan Panti Anom di Sragi, kawasan sekitar SMP Negeri 1 Tirto, Sipacar, dan beberapa titik lain yang mengalami kerusakan cukup parah.
"Sekarang masyarakat sudah bisa mengetahui, secara terbuka ruas mana saja yang akan diperbaiki."
"Kami sengaja umumkan agar semua bisa ikut mengawasi dan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana," ujar Sukirman.
Dia menjelaskan, seluruh lokasi tersebut telah melalui proses pemetaan teknis sekaligus penganggaran. Saat ini, pemerintah daerah tengah menjalankan tahapan administrasi dan proses lelang sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Sukirman menegaskan, setiap tahapan harus dilakukan secara cermat karena menyangkut penggunaan anggaran publik yang wajib dipertanggungjawabkan secara detail, mulai dari spesifikasi pekerjaan hingga kualitas material yang digunakan.
"Ini uang rakyat, jadi semua harus jelas dan transparan. Ketebalan beton, mutu pekerjaan, semuanya harus sesuai standar," tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka kesempatan kepada para kontraktor untuk mengikuti proses pendaftaran dan verifikasi sebagai bagian dari mekanisme pengadaan yang berlaku.
Baca juga: KPU Mengajar di Pekalongan, Fatkhuddin: Siapkan Pemilih Pemula yang Cerdas dan Kritis
Sementara itu, Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan persoalan jalan rusak di Kabupaten Pekalongan diperkirakan mencapai Rp300 miliar.
Namun, keterbatasan APBD membuat penanganan dilakukan secara bertahap.
Meski demikian, kata Yulian, pemerintah daerah mulai memfokuskan perubahan anggaran pada sektor infrastruktur.
Bahkan, Plt Bupati telah menyiapkan alokasi sekira Rp100 miliar untuk mendukung percepatan pembangunan jalan pada 2027, dengan target persoalan infrastruktur dasar dapat terselesaikan hingga 2028.
| Dari Jalan Desa hingga Bremi-Meduri Pekalongan, Sukirman dan Rizal Bawazier Satukan Langkah |
|
|---|
| KPU Mengajar di Pekalongan, Fatkhuddin: Siapkan Pemilih Pemula yang Cerdas dan Kritis |
|
|---|
| Cek Kesehatan Gratis di Pekalongan, Sukirman Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit |
|
|---|
| Inilah Kliwon, Sapi Kurban Presiden untuk Kabupaten Pekalongan, Bisa Hasilkan 500 Kg Daging |
|
|---|
| Sukirman Pastikan Nelayan Pekalongan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260526-_-Dialog-Publik-GP-Ansor-Kabupaten-Pekalongan.jpg)