Berita Kajen
Menuju Rumah Sakit Berkelas, RSUD Kajen Genjot Kesiapan Akreditasi
RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan terus memacu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dengan mematangkan persiapan jelang survei akreditasi RS.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan terus memacu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dengan mematangkan persiapan menghadapi survei akreditasi rumah sakit.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan itu menggelar simulasi survei akreditasi yang melibatkan seluruh unit pelayanan dan 16 kelompok kerja (Pokja).
Baca juga: Simulasi Kode Red RSUD Kajen Pekalongan, Latih Petugas Sigap Hadapi Ancaman Kebakaran
Kegiatan simulasi berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 6 Juni 2026. Simulasi tersebut menjadi sarana evaluasi menyeluruh, untuk memastikan standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien telah diterapkan secara optimal di seluruh lini rumah sakit.
Direktur RSUD Kajen, dr. Imam Prasetyo, mengatakan akreditasi merupakan instrumen penting dalam menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Karena itu, seluruh jajaran rumah sakit dilibatkan secara aktif agar memahami dan mampu menjalankan standar pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Simulasi ini bukan hanya persiapan menghadapi survei akreditasi, tetapi juga upaya membangun budaya kerja yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien. Kami ingin memastikan seluruh sistem pelayanan berjalan sesuai standar dan menjadi kebiasaan dalam keseharian," ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, simulasi diawali dengan penelaahan dokumen secara daring yang mencakup berbagai aspek administrasi dan tata kelola rumah sakit.
Selanjutnya, dilakukan simulasi lapangan secara luring guna menguji implementasi standar pelayanan di setiap unit kerja.
Dalam kegiatan tersebut, RSUD Kajen menghadirkan dua surveior berpengalaman, yakni dr. Andrew Robert Diyo, Sp.BS, SH, MH, MKM, FINPS dan dr. Haryani Nur Liyana, M.K.M.
Keduanya melakukan evaluasi terhadap dokumen, alur pelayanan, hingga pelaksanaan standar keselamatan pasien di lapangan.
Berbagai masukan, dan rekomendasi yang diberikan para surveior menjadi bahan evaluasi penting bagi rumah sakit untuk melakukan penyempurnaan sebelum menghadapi survei akreditasi yang sebenarnya.
Menurut dr. Imam, keterlibatan 16 Pokja yang terdiri atas berbagai unsur dan unit pelayanan menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.
Baca juga: Jelang Akreditasi, RSUD Kajen All Out Bangun Budaya Keselamatan Pasien
"Masukan dari para surveior menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami. Harapannya, seluruh jajaran semakin siap dan mampu memberikan pelayanan yang aman, cepat, dan bermutu kepada masyarakat," katanya.
Melalui simulasi tersebut, pihaknya optimistis dapat mempertahankan bahkan meningkatkan capaian akreditasi yang telah diraih sebelumnya.
"Langkah ini, sekaligus menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus berbenah menuju layanan kesehatan yang profesional, terpercaya, dan berstandar tinggi bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan," tambahnya. (Dro)
| Dinsos Ingatkan Adopsi Bayi Tanpa Prosedur Berisiko Timbulkan Masalah Hukum |
|
|---|
| "Malas" Ikut Rapat, 7 Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Kena Tegur Lisan Badan Kehormatan |
|
|---|
| Kejar Swasembada Gula 2026, Kementan Bidik Potensi Lahan Tebu di Kabupaten Pekalongan |
|
|---|
| Plt Bupati Sukirman: Pancasila Jangan Hanya Jadi Pajangan di Tembok Kantor |
|
|---|
| Kisah Sukses David, Pemuda Pekalongan yang Bisa Tembus 3.000 Resi Sehari dari Jualan Online |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/202260605_Petugas-dari-RSUD-Kajen-survei-akreditasi_1.jpg)