Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Capaian PBB Tahun 2025 di Kendal Tembus Rp57 Miliar, Tapi Jumlah Desa Lunas Pajak Menurun

Capaian pajak sektor PBB-P2 Tahun 2025 di Kabupaten Kendal mencapai 103,79 persen atau sekira Rp57 miliar dari target Rp55 miliar.

Tayang:
TRIBUN JATENG/AGUS SALIM IRSYADULLAH
CAPAIAN PBB - Kepala Bapenda Kabupaten Kendal, Abdul Wahab. Hasil evaluasi, pajak sektor PBB-P2 tahun 2025 mencapai 103,79 persen atau sekira Rp57 miliar. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kepala Bapenda Kabupaten Kendal, Abdul Wahab memaparkan capaian pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2025 yang melampaui target.

Wahab mengatakan, capaian pajak sektor PBB-P2 Tahun 2025 mencapai presentase 103,79 persen atau sekira Rp57 miliar.

Jumlah itu mengungguli capaian PBB-P2 Tahun 2024 yang hanya mencapai 95,92 persen atau Rp52,7 miliar.

Baca juga: Masakan Ida Terasa Lebih Sedap, Harga Bawang Merah di Kendal Kini Rp25 Ribu per Kg

"Targetnya sama yaitu Rp55 miliar, tapi untuk 2025 ini Alhamdulillah bisa melampaui target yang ditetapkan," katanya, Jumat (2/1/2026).

Wahab menuturkan, kesuksesan pendapatan sektor PBB-P2 ini tak lepas dari inovasi Pemkab Kendal menggandeng CPNS sebagai Pegawai Penggerak Pajak Daerah atau Praja.

Mereka turun ke desa-desa dan menanyakan progres pembayaran maupun capaian PBB-P2 yang belum dibayar oleh warga.

Jika tingkat pendapatan sektor pajak PBB-P2 masih rendah, mereka akan memberikan arahan dan berkoordinasi dengan kepala desa untuk membuat target pendapatan pajak PBB-P2.

"Kami juga bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kendal untuk menyelesaikan tunggakan-tunggakan."

"Alhamdulillah berhasil sehingga realisasi 2025 melampaui target," imbuhnya.

Baca juga: Kendal Tornado Hengkang dari Stadion Jatidiri Semarang, Homebase Pindah di Sriwedari Solo

Wahab menerangkan, ketercapaian realisasi PBB-P2 itu juga terdapat andil dari Kawasan Industri Kendal (KIK) sebesar Rp9,4 miliar serta PBB-P2 dari keberadaan jalan tol sebesar Rp8,3 miliar.

"KIK tahun ini kontribusinya lumayan, dan kita fokuskan pada pabrik-pabrik baru yang dulu masih berupa tanah kosong," tuturnya.

Meski realisasi PBB-P2 tahun 2025 mencapai target, Wahab mendapati jumlah desa yang lunas pajak justru menurun. 

Jika 2024 terdapat 103 desa/kelurahan yang melunasi pajak PBB-P2, di 2025 jumlahnya berkurang menjadi 96 desa/kelurahan yang lunas.

Menurut Wahab, penyebabnya ditengarai adanya penurunan hasil panen maupun kondisi perekonomian yang lain.

"Ada beberapa faktor memang, termasuk kondisi ekonomi warga seperti gagal panen dan lainnya," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved