Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rahman Lebih Nyaman Melintasi Weleri Kendal, TPS Overload di Pinggir Jalan Sudah Ditutup

Di sepanjang jalan utama itu, Rahman tak lagi mencium bau menyengat dari tumpukan sampah di TPS yang berada di pinggir jalan Kota Weleri

Tayang:
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
DITUTUP - Kondisi TPS di jalan kota Weleri Kabupaten Kendal kini telah ditutup, Selasa (13/1/2026). Penutupan dilakukan untuk mengubah tata kelola dan ruang di Weleri. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Rahman berhenti sejenak saat melewati jalanan Kota Weleri Kabupaten Kendal, Selasa (13/1/2026). 

Di sepanjang jalan utama itu, Rahman tak lagi mencium bau menyengat dari tumpukan sampah di TPS yang berada di pinggir jalan Kota Weleri.

"Kebetulan saya baru beli jajan di Weleri, tadi pas lewat sampahnya sudah tidak bau menyengat," katanya.

Pekerja asal Batang yang sering menggunakan jalan itu, juga tak lagi melihat tumpukan-tumpukan sampah overload. Padahal, bulan lalu masih ada sampah yang dibuang di pinggir jalan.

"Malah bagus sudah tidak bau lagi," ujarnya.

Baca juga: Benny Geram, Ternyata Ini Biang Kerok Jalan Berlumpur di Batas Kota Kendal, Truk Parkir Tanpa Izin

Pedagang sekitar lokasi yang mengaku bernama Jengger mengatakan, dirinya kerap menjumpai warga membawa bungkusan plastik yang dibuang ke TPS

Namun, ia tak mengetahui apakah yang melakukan pembuangan itu warga lokal ataupun dari luar Weleri.

"Kemarin-kemarin masih, ndak tahu siapa yang buang. Pokoknya boncengan buang sampah, tapi setelah dipasang tulisan penutupan ini, sudah tidak ada lagi yang buang di sini," tuturnya.

Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo mengungkapkan ada segelintir warga luar Weleri yang membuang sampah di TPS tersebut. Saat ini, pihaknya telah menutup TPS itu agar tak menggangu pemandangan kota.

Sebagai bentuk pengawasan, pihaknya menyiagakan petugas piket di sekitar lokasi TPS yang ditutup.

"Ada memang dari warga luar, kami sudah ada petugas piket jaga untuk mengawasi jikalau ada yang buang sampah di situ lagi," paparnya.

Solusinya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Nawangsari. 

Petugas pemungut sampah dari desa akan memunguti ke masing-masing rumah dan diangkut oleh mobil pengangkut sampah dari DLH setiap pagi hari. 

"Solusinya ya petugas sampah langsung memunguti sampah itu ke tiap rumah, kemudian diangkut oleh DLH," terangnya.

Terpisah, Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto menuturkan pihaknya akan segera memasang CCTV di sekitar TPS untuk memudahkan pengawasan.

Aris juga tak henti-hentinya mengimbau agar proses pemilahan sampah dilakukan dari rumah untuk mengatasi TPA Darupono yang overload.

"Kita akan pasang CCTV. Dan juga kami imbau warga secara sadar memilah sampah yang organik maupun non-organik terlebih dahulu sebelum dibuang," tandasnya. (ags) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved