Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Bupati Tika Dorong PHRI Kendal Ciptakan Multiplier Effect ke Pelaku Industri

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mendorong PHRI di wilayahnya untuk lebih membaca peluang dalam mengembangkan iklim investasi.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
SAMBUTAN - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke 57 PHRI, Selasa (12/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mendorong Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kendal untuk lebih membaca peluang dalam mengembangkan iklim investasi.

Menurutnya, saat ini jumlah hotel maupun restoran di Kendal masih minim. 

Hal itu berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat sebagai yang tertinggi di Jawa Tengah pada 2025.

Baca juga: Mbak Tika Turun ke Desa: Bawa Dokter Spesialis Gratis untuk Warga Pelosok Kendal

"Peluang ini harus bisa dimanfaatkan dan memberikan kontribusi untuk Kabupaten Kendal," kata Bupati yang akrab disapa Mbak Tika seusai menghadiri perayaan HUT ke-57 PHRI, Selasa (12/5/2026).

Bupati Tika menuturkan, sekira 75 persen pekerja yang menggantungkan hidup di Kendal, justru memilih wilayah terdekat dengan Kendal sebagai tempat hunian. 

Dia berharap, PHRI dapat ikut mendorong masuknya investor untuk membangun hotel dan restoran baru di Kabupaten Kendal demi mendukung perkembangan daerah dan meningkatkan daya tarik investasi.

"Kami berharap PHRI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menarik investor yang masuk untuk menghadirkan fasilitas hotel serta restoran yang lebih representatif," tuturnya.

Ketua PHRI Kabupaten Kendal, Cahyanto mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyusun inovasi di sektor pariwisata untuk menarik wisatawan Timur Tengah melirik Kendal.

PPPK Terlibat Kasus Perselingkuhan, Bupati Kendal: Langsung Pecat Tanpa Teguran

Menurutnya, langkah ini memiliki peluang cukup besar imbas dampak peperangan geopolitik di wilayah tersebut. 

"Kami tahu bahwa dampak perang ini, PHRI fokus bagaimana bisa mendatangkan turis kawasan Timur Tengah ke sini,"

"Karena dampak perang itu malah justru kebanyakan wisatawan dari sana larinya ke sini." ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengambil peluang mendirikan restoran maupun hotel di dekat Kawasan Industri Kendal (KIK).

Cahyanto mengatakan, peluang itu terbuka lebar.

"Kami sudah dipersilakan. Karena tamu-tamu itu tidak mau tidur di Kendal, mereka milih hotel bintang lima di Semarang," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved