Berita Kendal
100 Ton Sampah di Kendal Bakal Dikirim ke Semarang, Diubah Jadi Energi Listrik
Pemkab Kendal menyelesaikan penandatanganan bersama Danantara dalam mengatasi persoalan sampah yang kian overload di TPA Darupono Kendal.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemkab Kendal telah menyelesaikan penandatanganan bersama Danantara dalam mengatasi persoalan sampah yang kian overload di TPA Darupono Kendal.
Dalam penandatanganan itu disepakati adanya sistem pengelolaan sampah bersama menjadi energi listrik yang akan dipusatkan di TPA Jatibarang Semarang.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kerja sama ini melibatkan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal sebagai wilayah aglomerasi penanganan sampah di Jawa Tengah.
Baca juga: Pemkab Kendal Akui Pertumbuhan Ekonomi Masih Terpusat di KIK: Tahun Ini Target 8 Persen
• Bahagianya Nur Kozin, Sapi Gemoy Miliknya Dibeli untuk Kurban Presiden Prabowo di Kendal
"Pemerintah Pusat menargetkan proyek itu mulai memasuki tahap groundbreaking pada Juni 2026," kata Bupati yang akrab disapa Mbak Tika ini, Jumat (15/5/2026).
Bupati Tika menambahkan, pembangunan fasilitas proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) ditargetkan selesai pada 2027 dan akan beroperasi mulai 2028.
Nantinya, Pemkab Kendal akan mengirimkan 100 ton sampah per hari ke TPA Jatibarang Semarang.
Bagi Bupati Tika, ini merupakan sebuah kabar baik sebagai salah satu opsi untuk mengatasi masalah sampah di Kendal. Tapi dia sadar, proyek ini masih akan dimulai dua tahun lagi.
Dengan kondisi TPA Darupono yang sudah overload, pihaknya juga akan mencari solusi alternatif sembari menunggu realisasi program PSEL tersebut.
"Itu kira-kira baru mencakup sekira 25 persen dari total produksi sampah harian di Kendal," ungkapnya.
Bupati Tika mulai melirik teknologi pirolisis, sebuah teknik penguraian sampah organik atau anorganik dengan cara dipanaskan suhu tinggi sekira 700 derajat Celcius tanpa udara.
Cara itu kini menjadi alternatif menyelesaikan persoalan sampah yang akan diterapkan di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring.
Saat ini proses penjajakan kerja sama dari pihak desa dengan pemberi CSR itu sedang berproses.
Seandainya berhasil, pihaknya akan ikut mengembangkan cara tersebut.
"Di sana ada bantuan CSR terkait teknologi pirolisis di Desa Margorejo. Kalau berhasil, kami juga akan mengembangkannya melalui APBD," paparnya.
Baca juga: Mbak Tika Turun ke Desa: Bawa Dokter Spesialis Gratis untuk Warga Pelosok Kendal
• Bendung Karet Blorong Kendal Jadi Magnet Warga Menikmati Senja, Langit Jingganya Cakep Banget
Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Kendal, Aris Irwanto menambahkan, pihaknya juga melirik peluang kerja sama untuk pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
| Pemkab Kendal Akui Pertumbuhan Ekonomi Masih Terpusat di KIK: Tahun Ini Target 8 Persen |
|
|---|
| 2 Pria Misterius Rampas Motor dan HP 5 Bocah SMP di Kaliwungu Kendal, Tuduh Korban Begal |
|
|---|
| Tangisan Bayi Pecah Keheningan Dini Hari di Kendal, Warga Temukan Bayi Dibuang di Kebun |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Beruntun 5 Truk di Pantura Kendal, Sopir Riyanto Terjepit dan Masih di RS |
|
|---|
| Detik-detik 5 Truk Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kendal, Pak Ogah Kabur Diduga Hentikan Mendadak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260515-_-Truk-Sampah-TPA-Darupono-Kendal.jpg)