Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

SUCCESS STORY

Menu Nyeleneh RM Mbah Jingkrak Bikin Penasaran dan Ketagihan

Menu Nyeleneh RM Mbah Jingkrak Bikin Penasaran dan Ketagihan

Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Berkunjung ke Rumah Makan Mbah Jingkrak, Anda akan disuguhi menu-menu yang kadang memiliki nama kurang lazim bahkan cenderung nyeleneh. Padahal, dari wujud fisik, bisa jadi masakan tersebut sama seperti yang disuguhkan rumah makan lain.

Namun, nama yang nyeleneh itu justru menjadi nilai tambah dan ciri khas tempat kuluner di Jalan Taman Beringin Nomor 3 Kota Semarang tersebut.

Ajeng mengeklaim, nama-nama menu masakan yang disuguhkan tak ada dalam kamus kuliner. Sebut saja Aborigin, Rondo Klewung, Oseng Putren, Ayam Kemul, Es Jujur, juga Es Cinta Terlarang. Ajeng pun tengah berencana mematenkan nama-nama kuliner tersebut.

Lantas, darimana Ajeng mendapat inspirasi label menu itu? "Entah, di dalam otak saya selalu banyak ide yang bisa diterapkan. Inspirasinya pun dari berbagai hal. Satu di antaranya, musik. Selain suka memasak, saya juga gemar membaca dan mendengarkan musik," kata wanita kelahiran Semarang, 10 Januari 1962, tersebut.

Dari kegemaran-kegemaran itu, muncul berbagai ide menamai sebuah tempat usaha dan menu masakan hasil eksperimen. Sebagai kebiasaan keseharian, ketika bangun tidur, hal pertama yang dilakukan, mendengarkan lagu atau musik rohani (religi). Saat berkegiatan lain, musik juga menemani.

"Semua jenis atau aliran musik saya senangi. Dan selalu ada saja inspirasi yang muncul dari musik yang saya dengarkan. Bahkan, dari musik reggae, saya bisa terinspirasi membuat masakan loh," ucap anggota Rotary Club Semarang Kunthi itu.

Setelah lelah bekerja seharian, di saat malam sebelum tidur, musik juga yang akan menemani. Dia memilih karya Mozart atau Beethoven sebagai pengantar istirahat. Ketika akhir pekan, dia memilih gamelan atau musik tradisional sebagai pengiring bersih-bersih rumah atau bercocok tanam.

"Segala musik saya terima. Musik adalah bagian dari nyawa saya dalam menjalankan bisnis kuliner itu. Saya semakin bersemangat bereksperimen karena inspirasi yang saya dapat ketika mendengar musik. Mau musik India, Reggae, Pop, hingga Rock, semua saya dengar hingga selesai," ucap mantan pegawai perusahaan garmen tersebut. (tribunjateng/deni setiawan)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved