Gunung Bromo Batuk, Wisatawan ke Dieng Jateng Meningkat
Gunung Bromo Batuk, Wisatawan ke Dieng Jateng Meningkat
Penulis: Widha Kumalasari | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Widha Kumalasari
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Gunung Bromo yang terletak di wilayah Jawa Timur, awal Desember lalu berstatus waspada kemudian turun menjadi siaga. Adanya hujan pasir dari erupsi Gunung Bromo membuat kawasan wisata tersebut ditutup dan membuat sebagian penyedia wisata di Semarang turun omzet.
Saat ditemui Tribun Jateng, Selasa (29/12), CEO Kawan Tour and Travel, Muhamad Fahmi mengatakan bahwa pendapatan wisata dari paket wisata Bromo yang disediakan turun hingga 50 persen. Padahal, Desember merupakan musim liburan akhir tahun dan biasanya kebanjiran calon pengunjung yang ingin ke Gunung Bromo.
"Kami tetap memberangkatkan calon pengunjung yang ingin merayakan tahun baru di Gunung Bromo tapi dialihkan lewat Pasuruan, karena biasanya kami lewat Probolinggo. Itupun tidak sampai kawahnya, hanya sampai Penanjakan I, " kata Fahmi.
Fahmi menuturkan berkaitan dengan erupsi Gunung Bromo omzetnya turun menjadi dibawah Rp 10 juta. Padahal, pada 2014 omzetnya bisa mencapai Rp 50 juta.
"Jika tidak ada erupsi Gunung Bromo, jumlah pengunjung di sana bisa sampai 2.000 orang" ujarnya.
Ia menambahkan bahwa paket wisata di Jawa Tengah seperti Dieng dan Karimunjawa justru meningkat permintaannya. Pada tahun baru saja pihaknya akan memberangkatkan calon pengunjung ke Karimunjawa sebanyak 16 orang.
"Isu masyarakat yang biasanya akhir tahun terkatung-katung di Karimunjawa membuat peminat paket wisata Karimunjawa tahun baru menjadi menurun. Padahal, info dari BMKG cuaca disana sedang mendukung,"imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gunung-bromo-batuk-wisatawan-ke-dieng-jateng-meningkat_20151229_170733.jpg)