Gedung RSUD Kudus Ambles, Dua Lantai Sudah Dikosongkan
Gedung Dahlia yang menampung pasien kelas I di RSUD Dr Loekmonohadi Kudus menjadi mangkrak sejak dikosongkan pada Desember 2019.
Penulis: raka f pujangga | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Gedung Dahlia yang menampung pasien kelas I di RSUD Dr Loekmonohadi Kudus menjadi mangkrak sejak dikosongkan pada Desember 2019.
Hal itu menyusul amblesnya pondasi bangunan secara signifikan yang terdeteksi sejak tiga tahun lalu.
Direktur RSUD Dr Loekmonohadi Kudus, Abdul Aziz Achyar mengatakan, telah mengirimkan surat kepada Pemkab Kudus terkait rencana selanjutnya pengelolaan aset bangunan tersebut.
Sejak Desember 2019, dia sudah tidak berani menggunakan gedung yang memiliki tiga lantai tersebut.
"Daripada berisiko membahayakan pasien, lantai dua dan tiga sudah dikosongkan dan tidak dipakai lagi," kata dia, saat meninjau ke lokasi Selasa (28/1/2020).
Kendati demikian, dia menjelaskan masih menggunakan 12 ruangan yang berada di lantai satu.
Pasalnya musim penghujan banyak warga masyarakat yang mengalami sakit, sedangkan pihaknya tidak diperkenankan menolak pasien.
"Makanya yang lantai satu ini masih dipakai. Karena kebutuhan ruangan," jelas dia.
Pihaknya juga sudah berkonsultasi dengan pihak konsultas konstruksi jika bangunan itu tidak bisa diperbaiki.
Menurutnya, belum ada teknologi untuk mencegah amblesnya pondasi yang membuat gedung miring.
"Disuntik tidak mungkin, karena ini bangunan tiga lantai. Karena itu saya sudah laporkan ke Plt Bupati pelan-pelan kami pindahkan pasien," jelas dia.
Saat ini pasien kelas I dipindahkan ke ruangan Edelweis untuk sementara waktu sembari menunggu keputusan selanjutnya mengenai Gedung Dahlia.
Humas RSUD Kudus, Rossa Oktaviyani menjelaskan, Gedung Dahlia merupakan bangunan tiga lantai yang memiliki 12 ruangan setiap lantainya.
Sehingga secara keseluruhan, bangunan itu memiliki 36 ruangan yang masing-masing ruangan bisa menampung dua pasien.
"Jadi totalnya bangunan ini bisa menampung sebanyak 72 pasien. Cuma hanya lantai satu yang masih dipakai," katanya.
Kemiringan gedung tidak terlalu nampak dari luar, namun jika diperhatikan pada bagian kusennya sudah melengkung.
Sehingga banyak pintu yang ada di ruangan itu tidak bisa tertutup sempurna karena kondisi tersebut.
"Ruangan di sini pintunya nggak bisa ditutup, kalau diperbaiki nanti rusak lagi. Karena miring," ujar dia. (Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pegawai-rsud-dr-loekmonohadi-kudus-menunjukkan-gedung-dahlia-rawat.jpg)