PSIS Semarang
Panser Biru Rindu PSIS Semarang Juara, Ini Alasannya
Jelang musim baru, Panser Biru berharap PSIS Semarang berharap tim kebanggannya bisa meraih juara.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Jelang musim baru, Panser Biru berharap PSIS Semarang berharap tim kebanggannya bisa meraih juara.
Hal tersebut karena sejak Panser Biru berdiri pada tahun 2001 hingga saat ini, mereka belum sekalipun merasakan PSIS meraih gelar juara.
Kerinduan Panser Biru melihat PSIS Semarang juara ini disampaikan oleh ketuanya Galih Eko Putranto atau yang akrab disapa Galih Ndog ketika bertemu tribunjateng.com usai menyambut PSIS Semarang kembali dari Bali, Rabu (30/3/3022) malam.
Pada saat penyambutan, Panser Biru dan juga kelompok suporter Snex memadati area Jalan Teuku Umar, Jatingaleh menyambut kepulangan PSIS yang sudah merampungkan seluruh pertandingan BRI Liga 1 musim 2021/2022.
Galih mengungkapkan selain rindu melihat PSIS Semarang secara langsung, Panser Biru juga rindu PSIS kembali meraih gelar juara.
"Sesuai apa yang saya hastagkan kemarin di ulang tahun Panser Biru bahwasanya sejak Panser Biru lahir tahun 2001 sampai 2021, sudah 21 tahun Panser Biru berdiri kita belum melihat PSIS juara. Terakhir kali juara tahun 1999," Kata Galih.
"Oleh karenanya sayapun berharap hastag rindu juara bukan hanya sekedar hastag tapi bisa terwujud di satu atau dua tahun ke depan," tegasnya.
Menyoal capaian PSIS Semarang tahun ini, Galih tetap memberikan apresiasi. Dia menyadari bahwa dalam mengarungi kompetisi langkah Mahesa Jenar mudah.
Galih menyebut perjalanan tim Mahesa Jenar tetap wajib diapresiasi mengingat berbagai faktor.
Utamanya adalah sistem kompetisi yang menerapkan sistem bubble to bubble.
Di awal musim, manajemen PSIS menargetkan tim finish di posisi lima besar.
"Kalau secara target dari awal belum sesuai apa yang direncanakan, tapi dengan sistem kompetisi yang berjalan bubble membuat pemain harus berpindah dari satu kota ke kota lain dan dia harus bertahan di sana.
"Tentu ada faktor salah satunya mungkin jarang bertemu keluarga yang mempengaruhi psikis pemain dan akhirnya mungkin ada di urutan delapan atau tujuh klasemen akhir.
Menurut saya para pemain tetap harus diapresiasi," tandas Galih. (*)
Baca juga: VIRAL! Suami di Brebes Ambil Kembali Seserahan Usai Cerai, Kades Bakal Pertemukan Kedua Pihak
Baca juga: Dugderan 2022 Digelar Lebih Meriah Hendi Minta Warga Saling Menghormati Selama Ramadan
Baca juga: Satpol PP Kendal Tertibkan Ratusan Lapak Pedagang di Bahu Jalan, Ferinando: Penertiban hingga Syawal
Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat 1 April 2022, Leo Kecewa Mendalam Membuatmu Sulit Buka Hati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/panser-biru-21-11-2021.jpg)