Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

PTPN III Holding Perkebunan Siap lakukan Swasembada Gula

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding Perkebunan, melakukan sejumlah persiapan perbaikan di beberapa pabrik gula untuk menuju percepatan swase

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Direktur Utama PTPN III Holding Perkebunan Mohammad Abdul Ghani saat safari ramadan di PG Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding Perkebunan, melakukan sejumlah persiapan perbaikan di beberapa pabrik gula untuk menuju percepatan swasembada gula pada 2024.  


Direktur Utama PTPN III Holding Perkebunan Mohammad Abdul Ghani, mengatakan, bahwa saat ini PTPN sedang melakukan langkah perbaikan dan pengelolaan perusahaan yang berorientasi untuk mendukung Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol.


"Pabrik gula Sragi Kabupaten Pekalongan merupakan, salah satu pabrik gula yang dimiliki PT Sinergi Gula Nusantara menjadi tujuan dalam, program perbaikan untuk menuju percepatan swasembada gula," kata Direktur Utama PTPN III Holding Perkebunan Mohammad Abdul Ghani, Sabtu (23/3/2024).


Kemudian, pada Peraturan Presiden tersebut, Presiden RI menugaskan kementerian lembaga bersama-sama untuk menyusun program kegiatan secara jelas dan rinci tentang kemandirian gula, dan konsumsi pada 2028, serta kemandirian gula konsumsi industri makanan dan minuman 2030.


Menurutnya, PTPN sebagai 'leading sector' tentunya perlu melakukan perbaikan internal seperti di Jawa Timur yaitu, melakukan produksi tanaman (on farm) dan membuat uji coba agar target 8 ton gula pada 2024 dapat tercapai dibanding tahun sebelumnya 5,5 ton gula dengan lahan seluas 16 ribu hektare.


"PTPN juga memberikan pelatihan pada para petani gula di Yogyakarta, sebagai upaya pencapaian swasembada gula."

 

"Oleh karena itu, sebagai upaya untuk meningkatkan swasembada gula maka rakyat harus dilibatkan agar mereka mau menanam tebu. Kuncinya, pastikan rakyat usaha taninya menguntungkan," ujarnya.


Ada beberapa cara agar, masyarakat usaha taninya menguntungkan.

Maka, bisa dilakukan dengan menetapkan acuan harga gula yang berkeadilan, karena pemerintah tidak hanya memperhitungkan konsumen dan inflasi agar tidak naik.

"Saat ini, pemerintah sudah bagus dalam menetapkan harga gula, karena juga memperhitungkan pendapatan petani dengan menetapkan harga eceran tertinggi 2024 sebesar Rp 14.500 per kilogram," imbuhnya.

Ghani menambahkan, jika petani mampu menaikan produk gula dari 5,5 ton menjadi 8 ton, maka pendapatan mereka dari Rp 5 juta per hektare per tahun menjadi Rp 47 juta seiring dengan naiknya HET gula. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved