Harga Emas
Harga Emas Masih Solid Walau Dipengaruhi oleh Isu Geopolitik dan Prospek Suku Bunga
Harga emas diproyeksi masih solid di tengah berlanjutnya kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Harga emas diproyeksi masih solid di tengah berlanjutnya kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve.
Permintaan dari bank sentral dan sentimen konflik geopolitik menjadi pendukung kenaikan harga logam mulia.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin mencermati, harga emas sejak April 2024 sampai sekarang masih bergerak dalam zona 2.280-2.440 dolar AS per ons troi.
Solidnya harga emas itu dipengaruhi oleh isu geopolitik dan juga isu prospek suku bunga The Fed.
“Kendati suku bunga The Fed dikabarkan hanya satu kali pemangkasan tahun ini, terlebih lagi terjadi di akhir tahun, harga emas masih kokoh pada area 2.300 dolar AS per ons troi,” ujarnya, kepada Kontan.co.id, Kamis (13/6).
Nanang menuturkan, bertahannya harga emas juga dipengaruhi oleh adanya perlambatan dari beberapa sektor di AS, terutama inflasi yang tengah menurun, sektor manufaktur PMI dan angka pengangguran yang kini berada pada 4 persen.
Sentimen itu telah memengaruhi pergerakan indeks dolar AS yang bergerak stabil pada 104,00- 105,70.
Selain itu, harga emas batangan di pasar dunia sudah mencatat kenaikan sekitar 12 persen di sepanjang tahun ini. Kenaikan emas sebagian didukung oleh permintaan yang tinggi dari bank sentral terutama China, dan permintaan investor ritel.
Diketahui, bank sentral China PBoC memborong emas sebanyak 224,88 ton pada 2023. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan 62,2 ton pada tahun sebelumnya.
Nanang menuturkan, pergerakan harga emas ke depan sepertinya akan dipengaruhi bagaimana arah kebijakan The Fed, apakah benar hanya melakukan satu kali pemangkasan atau bisa lebih dari satu kali. Keputusan suku bunga itu nantinya akan tergantung bagaimana perkembangan situasional katalis dari AS.
Seperti diketahui, The Fed kembali mempertahankan suku bunga di level 5,25-5,50 persen pada pertemuan FOMC, Rabu (12/6) waktu setempat. Bank sentral AS juga mengisyaratkan pemangkasan suku bunga menjadi satu kali saja dengan besaran 25 bps.
“Bila potensi pemangkasan suku bunga lebih dari satu kali, maka ruang kenaikan (harga emas-Red) masih tetap terbuka, terutama mendekati area tertingginya atau all time high di 2.449 dolar AS per ons troi,” jelasnya.
Terlepas dari itu, perhatikan kondisi geopolitik yang belakangan ini turut memberi andil besar atas kenaikan harga emas sebagai lindung nilai (safe haven). Apabila konflik kembali memanas di wilayah Timur Tengah atau Eropa timur, maka harga emas masih sulit koreksi di bawah 2.200 dolar AS per ons troi.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Nanang memproyeksi harga emas di akhir 2024 masih akan bertahan di harga saat ini pada rentang harga 2.270-2.440 per ons troi. (Kontan/Akmalal Hamdhi/tribunjateng cetak)
Baca juga: Not Angka Until I Found You Stephen Sanchez
Baca juga: Film Ipar adalah Maut Resmi Tayang di BBioskop, Ini Sinopsis dan Profil Para Pemainnya
Baca juga: Pendaftaran PPDB SMP Jawa Tengah 2024 Segera Dibuka! Catat Tanggal Pentingnya!
Baca juga: Mobilio Ringsek Parah di TKP Kecelakaan, Saksi: Terbalik 2 Kali, Terbang ke Lajur Seberang
Baca juga: Tak Kuat Nanjak, Truk Trailer Mundur Terguling Timpa Minibus
| Harga Emas Antam di semarang Hari Ini Rabu 10 Desember 2025, Naik Rp 13.000 Per Gram |
|
|---|
| Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Kamis 4 Desember 2025, Turun Rp 6.000 Per Gram |
|
|---|
| Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Jumat 21 November 2025, Turun Rp 16.000 Per Gram |
|
|---|
| Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Rabu 19 November 2025 Kembali Melejit, Naik Rp 21.000 Per Gram |
|
|---|
| Kembali Melejit, Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Kamis 6 November 2025 Naik Rp 27.000 Per Gram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/harga-emas-antam-30-agustus.jpg)