Berita Semarang
BREAKING NEWS 17 Pot Besar Dirusak Oknum di Taman Kalibanteng Semarang
Belasan pot bunga di Taman Kalibanteng, Kota Semarang, dirusak oknum tidak bertanggungjawab pada Minggu (26/1/2025) malam.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Belasan pot bunga di Taman Kalibanteng, Kota Semarang, dirusak oknum tidak bertanggungjawab pada Minggu (26/1/2025) malam.
Kondisi pot besar pecah dan berserakan itu membuat kerugian mencapai Rp 25,5 juta.
Baca juga: Go Green saat Dies Natalis ke-68, UKSW Salatiga Cuma Terima Ucapan Berbentuk Pot Anggrek dan Bonsai
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Yudi Wibowo menyampaikan, pengerusakan sengaja dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Petugas Disperkim menemukan dalam kondisi rusak saat melakukan penyiraman.
Laporan ini juga diperkuat oleh laporan pengguna jalan.
"Sayangnya, pelakunya tidak terlihat, kami mendapat laporan dari petugas dan masyarakat kalau pot dalam keadaan rusak," tutur Yudi, Senin (27/1/2025).
Dia menyebut, ada 17 pot yang dirusak oknum tak bertanggungjawab pada Minggu (26/1/2025) malam.
Begitu mendapat laporan, pihaknya pun langsung mengecek melalui CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub).
"Kami lihat di CCTV milik Dishub di Taman Kalibanteng (Jalan Siliwangi) rusak karena sengaja dipukul orang. Totalnya ada 17 pot besar yang rusak," sebutnya.
Pihaknya mengaku, telah meminta Polrestabes untuk melakukan penyelidikan agar bisa diketahui oknum tak bertanggungjawab tersebut.
Pasalnya, pot bunga ini ditata untuk mempercantik estetika kota. Pihaknya pun menyayangkan justru dirusak oleh oknum.
"Kami lapor ke Polrestabes agar bisa diselidiki, buat efek jera," tegasnya.
Yudi menyebut, kerugian dari pengrusakan pot bunga terbilang cukup besar. Harga satu pot besar berkisae Rp 1,5 juta.
Jika ada 17 pot yang rusak kerugian yang diterima sekitar Rp 25,5 juta.
"Ini sudah kami bersihkan dan kamu ganti dengan baru," ucapnya.
| Tampang Susanto, Jukir Liar yang Minta Parkir Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang Ternyata Eks Satpam |
|
|---|
| Agustina Akui Ada Kekeliruan Tata Ruang di Silayur Semarang |
|
|---|
| Kisah Supriyatun, Penjual Nasi Rames di Semarang Berangkat Haji dari Hasil Nabung Rp10 Ribu Sehari |
|
|---|
| Ini Tampang Jukir Liar Kota Lama Semarang, Nuthuk Tarif Parkir Rp40 Ribu |
|
|---|
| Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Dishub: Bukan Jukir Resmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pot-di-Taman-Kalibanteng-Semarang-dirusak-orang-tak-bertanggungjawab.jpg)