UKSW Salatiga
Go Green saat Dies Natalis ke-68, UKSW Salatiga Cuma Terima Ucapan Berbentuk Pot Anggrek dan Bonsai
UKSW saat ini sedang memperkuat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-13 penanganan perubahan iklim dan ke-15 menjaga ekosistem darat.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dalam Rapat Senat Terbuka Universitas dan Anugerah Talenta Unggul Dies Natalis ke-68, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga tidak menerima ucapan karangan bunga berbentuk papan, Sabtu (30/11/2024).
Sebagai gantinya, bentuk ucapan dialihkan dalam bentuk tanaman dalam pot, contohnya anggrek ataupun tanaman bonsai.
Hal itu dilakukan guna mengurangi limbah, mendukung program Green Campus, serta menjaga ketahanan ekosistem lingkungan.
Baca juga: Menciptakan Dampak Global: Perayaan Dies Natalis ke-68 UKSW yang Menginspirasi
Baca juga: FEB UKSW Suguhkan Puluhan Karya Diseminasi Tugas Talenta Unggul, Tingkatkan Soft Skill Mahasiswa
Tampak pot-pot bunga yang indah menghiasi sekitar Balairung UKSW tempat peringatan Dies Natalis ke-68 universitas tersebut.
Rektor UKSW, Prof Intiyas Utami mengatakan, aksi tersebut merupakan bagian dari perjuangan Kampus Indonesia Mini itu dalam melakukan pertobatan lingkungan.
“Kami tidak menerima karangan dalam bentuk papan, namun dalam bentuk pot, boleh anggrek, boleh bonsai."
"Supaya UKSW mengikuti pemeringkatan hijau (UI Green Metrics) dan Times Higher Education, kami mengajak mitra-mitra kami untuk peduli atas lingkungan,” kata Prof Intiyas kepada Tribunjateng.com, Sabtu (30/11/2024).
Selain itu, lanjut dia, aksi-aksi peduli lingkungan juga diterapkan pada setiap kegiatan yang dilakukan UKSW.
Setiap civitas academica juga diimbau tidak menggunakan bahan-bahan plastik sekali pakai.
Kebijakan itu diharapkan akan menjadi kebiasaan hingga meluas ke masyarakat dan berdampak baik bagi dunia.
“Siapa lagi yang merawat bumi kalau tidak kita."
"Mari lakukan pertobatan lingkungan bersama-sama agar berdampak bagi dunia."
"Bumi ini harus lestari dan terus dirawat dengan mengurangi plastik dan sampah-sampah yang tidak bisa terurai oleh bumi,” pungkas Prof Intiyas.
Sebagai informasi, UKSW Salatiga saat ini telah meraih peringkat 153 QS World University Ranking: Asia Tenggara 2025.
UKSW juga tengah memperkuat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-13 penanganan perubahan iklim dan ke-15 menjaga ekosistem darat. (*)
Baca juga: Siap Wakili Indonesia, Produk Inovasi Mahasiswa FPB UKSW Masuk 5 Besar se-Asia di AYEC 2024
Baca juga: Dari Umbi Bit ke Bieten Thee Hasil Pendampingan Tim Pengabdian FPB & FEB UKSW Tuju Pasar Lebih Luas
Baca juga: Maudy Peserta CoC Hadir di Talkshow dan Expo Kewirausahaan FEB UKSW, Bagikan Tiga Kunci Berprestasi
Baca juga: Kolaborasi Global di UKSW: 1st International Conference DSAI Himpun Akademisi dari Berbagai Negara
Salatiga
UKSW Salatiga
Pendidikan
Go Green UKSW
Dies Natalis Ke-68 UKSW
Dies Natalis UKSW
Prof Intiyas Utami
Berkilau di Tingkat Nasional, UKSW Raih Peringkat Tiga Kampus Swasta Paling Berprestasi di Indonesia |
![]() |
---|
Jejak Pertama di UKSW: Kisah Mahasiswa Baru dari Madagaskar, Ghana, dan Nusantara di OMB 2025 |
![]() |
---|
Jejak Perjuangan Doktor Manajemen UKSW: Muchammad Rully Sjahirul Alim di Puncak Akademik |
![]() |
---|
UKSW Tembus 12 Nasional dan 638 Dunia, Peneliti Masuk Ilmuwan Terbaik Versi AD Scientific Index 2025 |
![]() |
---|
Kolaborasi FID UKSW dan Universitas Harkat Negeri Tegal: Menggagas Etika Bernegara dalam Pembangunan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.