Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Sungai Sono Menghitam, Bupati Batang Geram: IPAL Buruk, Sanksi Menanti!

Alirannya yang bermuara ke Pantai Sigandu tak lagi membawa kesejukan, melainkan kekhawatiran. 

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/ISTIMEWA
SIDAK - Bupati Batang, Faiz Kurniawan, terkejut melihat aliran sungai menghitam saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kecamatan Kandeman, Senin (27/10/2025). Buruknya kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabrik menjadi sorotan utama. (Dok. Diskominfo Batang) 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Air Sungai Sono yang dulu jernih kini berubah kelam.

Alirannya yang bermuara ke Pantai Sigandu tak lagi membawa kesejukan, melainkan kekhawatiran. 

Pemandangan memilukan itu disaksikan langsung oleh Bupati Batang, Faiz Kurniawan, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kecamatan Kandeman, Senin (27/10/2025).

Baca juga: Batang Percantik Alun-alun Kota, Warga Sambut Ruang Publik yang Lebih Estetik

Langkah kaki Faiz terhenti di tepian sungai, matanya menyapu permukaan air yang pekat, jauh dari kata layak.

Ia tak bisa menyembunyikan rasa kecewa.

“Coba lihat warnanya, sangat pekat. Ini bukan sekadar kotor, tapi sudah melampaui batas,” tuturnya dalam keterangan rilis, Selasa (28/10/2025).

Dugaan pencemaran mengarah pada aktivitas industri.

Nama PT Sukorintex disebut sebagai pihak yang diduga menjadi sumber utama pencemaran.

Buruknya kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabrik menjadi sorotan utama.

“Data menunjukkan tingkat kekeruhan air mencapai 250, padahal ambang normal hanya 20. Itu artinya 25 kali lipat lebih buruk,” beber Faiz.

Tak berhenti di situ, ia juga mengungkap kadar BOD dan COD yang melonjak tajam.

Dua indikator pencemar organik itu menunjukkan bahwa air sungai kini miskin oksigen, penuh limbah, dan nyaris tak ramah bagi makhluk hidup.

“Ekosistem sungai bisa rusak total. Lahan pertanian di sekitarnya juga terancam. Kalau dibiarkan, ini akan berdampak jangka panjang bagi petani dan lingkungan,” tegasnya.

Menanggapi kondisi darurat ini, Pemkab Batang tak tinggal diam.

Faiz menyebut gerakan terpadu bersama Dinas Lingkungan Hidup, Satgas Lingkungan, Polres, Kejaksaan, dan instansi terkait lainnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved