Berita Batang
Tiadakan Pesta Tahun Baru, Bupati Batang Ajak Warga Gelar Dzikir dan Doa Bersama
Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun hiburan malam pergantian tahun.
Penulis: dina indriani | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun hiburan malam pergantian tahun.
Kebijakan ini ditegaskan Bupati Batang, M Faiz Kurniwan, sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Faiz menuturkan, momentum pergantian tahun kali ini akan diganti dengan kegiatan Dzikir dan Doa Bersama.
Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat untuk merenung dan berempati terhadap saudara-saudara yang tengah berjuang akibat banjir maupun longsor di Aceh, Sumatera, dan daerah lain.
“Iya nanti gantinya kita gelar doa bersama,” ujar Faiz.
Bupati Faiz meminta masyarakat tidak menyelenggarakan pesta berlebihan.
Baca juga: Kunjungan Wisata Batang Tembus 1,5 Juta di Tahun 2025, Naik 139 Persen
Ia menekankan, kondisi bencana yang menyebabkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal maupun anggota keluarga harus menjadi perhatian bersama.
“Perayaan yang berlebihan tentu kurang relevan ketika saudara-saudara kita sedang tertimpa musibah,” tegasnya.
Senada dengan Bupati, Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana juga mengimbau masyarakat agar tidak mengadakan pesta malam tahun baru.
Menurutnya, imbauan ini bukan hanya soal empati, tetapi juga terkait potensi cuaca ekstrem.
“Kita berharap masyarakat memahami kondisi saat ini. Jangan menggelar perayaan malam tahun baru apalagi menyalakan kembang api atau petasan, mengingat kita sedang memasuki musim bencana,” ujarnya.
Baca juga: Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu di Pasar Induk Batang, Faktor Cuaca Penyebabnya
Kapolres menegaskan, intensitas hujan tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, maupun angin kencang.
Aktivitas yang memicu kerumunan atau penggunaan bahan berbahaya seperti petasan dikhawatirkan menambah risiko keamanan.
“Kita harus empati terhadap para korban bencana alam di berbagai daerah termasuk Sumatera. Mereka sedang susah, maka kita jangan berpesta,”pungkasnya. (*)
| 20 Hewan Kurban di Batang Terinfeksi Cacing Hati, Dispaperta Pastikan Bebas PMK dan Antraks |
|
|---|
| Pemkab Batang Kebut Penataan Ruang Publik dan Stadion, Bupati Faiz: Digarap Bertahap |
|
|---|
| Hasil TKA SMP Batang Jadi Catatan Serius, Disdikbud Siapkan Strategi Baru |
|
|---|
| Bantuan Pangan untuk 104 Ribu KK di Batang Terus Disalurkan, Alokasi Naik 70 Persen |
|
|---|
| Pemotongan Hewan Kurban Betina di Batang Masih Tinggi, Dispaperta Ingatkan Jaga Populasi Ternak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251213_faiz-bupati-batang.jpg)