Berita Batang
Duh, Baru Ada 35 Bidan di Batang yang Penuhi Standar Bidan Delima
Bidan dari Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan berkumpul di Aula Pemkab Batang mengikuti monitoring, evaluasi, dan pembinaan Bidan Delima.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Di balik layar pelayanan kesehatan ibu dan anak, ada peran para bidan yang setiap hari bekerja dalam senyap memastikan keselamatan ibu melahirkan hingga tumbuh-kembang balita.
Sekira seratusan bidan dari Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan berkumpul di Aula Pemkab Batang mengikuti monitoring, evaluasi, dan pembinaan Bidan Delima oleh Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Tengah.
Ketua IBI Kabupaten Batang, Suci Asih menyebut, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang refleksi bagi bidan praktik mandiri untuk menilai kembali kualitas pelayanan yang mereka berikan kepada masyarakat.
Baca juga: Warga Batang Tak Perlu Cemas, Awal Tahun Harga Daging Sapi Masih Stabil, Rp125 Ribu per Kg
• Sabtu Malam Aimar Tewas Kecelakaan di JLS Salatiga, Motor Tabrak Tronton Hingga Ringsek
“Kami baru saja melakukan pembinaan dan evaluasi pelayanan, termasuk kewenangan praktik di lapangan. Semua harus sesuai standar,” kata Suci Asih kepada Tribunjateng.com, Minggu (11/1/2026).
Bagi para bidan, predikat Bidan Delima bukan hanya label, melainkan komitmen menjaga mutu, etika, dan keselamatan pasien.
Standar ini menuntut pelayanan yang profesional, tertib administrasi, serta kepatuhan pada aturan organisasi dan regulasi kesehatan.
Di Kabupaten Batang tercatat 771 bidan berada di bawah naungan IBI.
Namun baru 35 bidan yang telah memenuhi standar Bidan Delima.
Angka ini menjadi tantangan sekaligus harapan.
“Insya Allah dengan pembinaan langsung dari IBI Jawa Tengah, jumlah Bidan Delima akan terus bertambah,” ujarnya.
Dari Kota Pekalongan, Ketua IBI Cabang Dwi Hesti Dyah Citrawati yang akrab disapa Bidan Ita menilai, pembinaan ini penting untuk menyamakan standar pelayanan bidan di lapangan, baik yang sudah menyandang Bidan Delima maupun yang masih berproses.
“Setiap bidan yang membuka praktik wajib memenuhi standar. Ini demi menjaga kualitas layanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Salah satu fokus pembinaan adalah kesiapan bidan menghadapi era digital melalui penggunaan rekam medis elektronik.
Pelayanan kebidanan kini mulai terhubung secara nasional melalui aplikasi SatuSehat milik Kementerian Kesehatan.
“Pelayanan sekarang tersentral. Data bidan dan pasien harus terhubung langsung ke pusat,” ucap Bidan Ita.
Baca juga: Muhammadiyah Batang Ikut Siapkan Pelajar Jadi Atlet Lari, Gelar Kejuaraan di Dracik Kampus
• Pilu Warga Sumberrejo Jepara, 3 Hari 2 Kali Banjir Bandang, 375 Jiwa Terdampak
| Sawah Produktif Jadi Wisata Rob, PMI Batang Tebar Ribuan Bibit Mangrove dan Ikan di Denasri Kulon |
|
|---|
| Iming-iming Uang Ratusan Juta Rupiah Diduga Jadi Awal Mula Video Bandar Membara Bergetar |
|
|---|
| Lawan Stunting Lewat Dapur, Festival Gemarikan Batang Ubah Ikan Jadi Menu Kreatif Keluarga |
|
|---|
| Berkaca dari Kasus Little Aresha Jogja, DP3AP2KB Batang Pastikan 14 Daycare Berizin Layak Operasi |
|
|---|
| Limbah Batu Bara Jadi Penyelamat Laut Batang, Terumbu Buatan Tarik Hiu dan Lumba - lumba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260111-_-Rapat-Evaluasi-IBI-Batang-dan-Pekalongan.jpg)