Berita Batang
Disnakertrans Batang Siapkan Program Dapat Kerja Awal 2026, Targetkan Ribuan Tenaga Kerja Terserap
Awal tahun 2026, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Batang mulai mematangkan sejumlah program strategis
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Awal tahun 2026, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Batang mulai mematangkan sejumlah program strategis yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja.
Kepala Disnakertrans Batang, Suprapto, menegaskan bahwa arah kebijakan tahun ini akan diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah yang baru.
Satu di antaranya program prioritas yang akan digenjot adalah program unggulan Bupati Batang bertajuk Dapat Kerja, yang bertujuan meningkatkan kompetensi pencari kerja agar siap terserap dunia industri maupun mampu mandiri secara usaha.
“Karena ini kepala daerah baru, mau tidak mau kita harus menyesuaikan dengan visi dan misi beliau. Salah satu program besarnya adalah ‘Dapat Kerja’. Mudah-mudahan tahun ini anggaran dan aktivitas pelatihannya lebih baik dibanding tahun kemarin,” kata Suprapto kepada Tribunjateng, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Aksi Demo Dipicu Isu THR di Batang, Disnakertrans: Kalau Ada Masalah Bicarakan Dulu
Ia menjelaskan, pelaksanaan program Dapat Kerja tidak hanya terpusat di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Disnakertrans, tetapi juga menggandeng sejumlah BLK swasta.
Saat ini, beberapa pelatihan bahkan sudah mulai berjalan melalui Dana Alokasi Khusus Reguler (DAKR).
“Pelatihan tidak harus di BLK Disnaker. Bisa di BLK swasta juga. Sekarang sudah mulai jalan DAKR, salah satunya di wilayah Disukuhan,” jelasnya.
Suprapto menyebutkan, program DAKR dibagi menjadi dua skema, yakni DAKR formal dan DAKR informal.
DAKR formal diperuntukkan bagi calon tenaga kerja yang akan masuk langsung ke perusahaan, sementara DAKR informal menyasar pekerja yang dipersiapkan untuk mandiri atau berwirausaha.
Dari sisi target, Disnakertrans Batang menargetkan minimal 2.000 peserta melalui program DAKR pada tahun ini.
Namun, berdasarkan kebutuhan riil perusahaan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 4.500 orang untuk lulusan SMA/SMK.
“Kalau kebutuhan total, termasuk sarjana dan semua jenjang pendidikan, kemarin sore datanya bisa sampai sekitar 6.200 orang,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti komposisi peserta pelatihan yang selama ini didominasi perempuan, terutama pada jenis pelatihan tertentu.
Ke depan, Disnakertrans akan berupaya menyeimbangkan dengan membuka lebih banyak pelatihan untuk laki-laki, menyesuaikan kebutuhan industri.
“Kami akan usahakan pelatihan untuk laki-laki juga, seperti pengelasan atau keahlian teknis lainnya. Tapi tetap tergantung permintaan perusahaan. Kalau perusahaan butuh tenaga perempuan, tentu kita menyesuaikan,” jelasnya.
| Bupati Batang Siapkan Gaji ke-13 untuk Guru PAUD, Bukti Perhatian pada Pendidikan Nonformal |
|
|---|
| Harga Kedelai Merangkak Naik, Perajin Tahu di Kandeman, Batang Tertekan Tapi Bertahan |
|
|---|
| Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Batang Kucurkan Bantuan dan Modal Usaha untuk Ribuan Warga Rentan |
|
|---|
| KAI Aktifkan Stasiun Plabuan, Akses Warga Batang Kini Makin Dekat dan Praktis Mulai 27 April 2026 |
|
|---|
| Petani Kopi Batang Lepas dari Tengkulak, Skema Baru Permodalan dan Kemitraan Mulai Dibangun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260112_BATANG4.jpg)