Berita Batang
Disabilitas, Lansia Terlantar, dan Yatim Piatu di Batang Dapat Perhatian Lebih
Sebanyak 30 penerima manfaat mendapatkan bantuan modal usaha masing - masing Rp3 juta, dengan total anggaran mencapai Rp90 juta
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Sosial memastikan program bantuan sosial (bansos) tahun ini tidak hanya aman dari kebijakan efisiensi anggaran, tetapi justru mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah penerima manfaat maupun alokasi bantuan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Willopo, mengatakan bahwa jumlah penerima bansos untuk penyandang disabilitas dan lanjut usia terlantar masing-masing mengalami kenaikan dari 125 orang pada tahun lalu menjadi 140 orang pada tahun ini.
“Kalau disabilitas 140 penerima, lansia terlantar juga 140. Jadi total ada 280 penerima. Tahun kemarin masing-masing sekitar 125 orang,” kata Willopo kepada Tribunjateng, Rabu (28/1/2026)
Masing-masing penerima manfaat tersebut mendapatkan bantuan sebesar Rp 2 juta per tahun.
Bantuan disalurkan secara bertahap dengan asumsi Rp 200 ribu per bulan selama 10 bulan.
Tak hanya bantuan tunai, Dinas Sosial juga meningkatkan alokasi bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Tahun ini, jumlah penerima alat bantu disabilitas mencapai sekitar 190 orang.
“Alat bantu itu meliputi kursi roda, kruk, walker, hingga alat bantu dengar. Ini justru naik dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Selain itu, Dinsos Batang juga mengalokasikan bantuan usaha ekonomi produktif bagi penyandang disabilitas.
Sebanyak 30 penerima manfaat mendapatkan bantuan modal usaha masing - masing Rp3 juta, dengan total anggaran mencapai Rp90 juta.
Sementara itu, bantuan untuk anak yatim dan yatim piatu juga mengalami peningkatan dari sisi jumlah penerima.
Jika tahun lalu terdapat 1.500 penerima, tahun ini jumlahnya naik menjadi 1.540 anak.
Masing-masing anak menerima bantuan sebesar Rp1 juta per tahun.
“Kuotanya nambah, penerima manfaatnya juga bertambah. Ini bentuk komitmen pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan bansos ini merupakan kebijakan langsung dari pimpinan daerah.
| Bukti Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Dijual Pacar Korban Seharga Rp220 Juta |
|
|---|
| Pemkab Batang Siapkan Pembaruan Kapal Keruk Senilai Rp 5 Miliar pada 2027 |
|
|---|
| Nelayan Batang Mengadu ke DPRD, Harga Solar Melonjak hingga Rp30 Ribu Bikin Kapal Anggur |
|
|---|
| Ribuan Anak Putus Sekolah di Batang, Bupati Faiz Siapkan Sayembara Pendidikan untuk Desa |
|
|---|
| DP3AP2KB Batang Tangani 65 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak 2025, Didominasi Kekerasan Seksual |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260126_batang3.jpg)