Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Nasib Warga Wonotunggal Terancam Putus, Jembatan Nyaris Runtuh, Ini Solusi Cepat Pemkab Batang

Air Sungai Lojahan meluap hingga puncaknya pada pukul 11.30, menghantam pondasi jembatan akses vital penghubung antar desa di Batang.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
Istimewa/PEMKAB BATANG
TINJAU JEMBATAN - Bupati Batang, M Faiz Kurniawan meninjau kondisi jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Rabu (28/1/2026). Jembatan di atas Sungai Lojahan itu nyaris runtuh tergerus derasnya aliran air. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Derasnya arus Sungai Lojahan bukan hanya menggerus pondasi Jembatan Kemligi, tetapi juga mengancam denyut kehidupan ribuan warga di Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.

Jembatan penghubung utama antar desa itu kini berada di ambang bahaya setelah tergerus banjir akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (27/1/2026).

Kondisi kritis ini memaksa Bupati Batang, M Faiz Kurniawan turun langsung ke lokasi untuk memastikan jembatan tak bernasib sama seperti sejumlah infrastruktur lain yang sebelumnya ambruk akibat cuaca ekstrem.

Baca juga: Pemkab Batang Siapkan Operasi Bersih Sungai Sambong, Jawab Nasib Nelayan Imbas Muara Makin Sesak

Disabilitas, Lansia Terlantar, dan Yatim Piatu di Batang Dapat Perhatian Lebih

Air Sungai Lojahan meluap tajam hingga puncaknya pada pukul 11.30, menghantam pondasi jembatan yang menjadi akses vital penghubung Desa Wonotunggal, Kemligi, dan Sendang. 

Jika jembatan ini benar-benar putus, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan warga dipastikan lumpuh.

“Kami tidak ingin akses ini benar-benar terputus. Kalau dibiarkan, kikisan akan semakin besar dan potensi jembatan ambruk sangat tinggi,” kata Bupati Faiz, Rabu (28/1/2026).

Alih-alih menunggu kerusakan bertambah parah, Pemkab Batang memilih langkah cepat. 

Bupati menginstruksikan DPUPR bersama BPBD melakukan penanganan darurat dengan pemasangan bronjong dan pengisian batu kali di titik pondasi yang tergerus.

Langkah ini dinilai krusial untuk menahan laju erosi sekaligus memberi waktu agar proses perbaikan permanen bisa dilakukan tanpa risiko jembatan runtuh total.

"Kalau ini sampai putus, biaya dan dampaknya akan jauh lebih besar. Maka pencegahan dini jadi kunci,” ungkapnya.

Tanggung Jawab Bersama

Meski Jembatan Kemligi berstatus jalan desa, Pemkab Batang memastikan tidak akan melepas tangan. 

Dukungan melalui Bantuan Keuangan Desa (Bankudes) disiapkan agar desa tidak menanggung beban perbaikan sendirian.

Terlebih, jalur ini terhubung dengan ruas Sendang - Kemligi yang selama ini menjadi jalur strategis warga dalam beraktivitas sehari-hari.

“Harapannya, jangan sampai beban desa habis hanya untuk memperbaiki jembatan ini,” ucapnya.

Sementara itu, dampak kerusakan sudah dirasakan warga. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved