Berita Batang
Meriahkan HUT ke-60, Batang Siapkan Kirab Budaya dan Tarian Babalu 1.000 Penari
Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan rangkaian perayaan besar untuk memperingati Hari Ulang Tahun
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan rangkaian perayaan besar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kabupaten Batang.
Selain kirab budaya yang sarat tradisi, pemerintah daerah juga membidik dua rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi lingkungan dan pertunjukan tari massal yang melibatkan ribuan aparatur sipil negara.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, peringatan HUT Batang tahun ini akan menjadi momentum mencetak sejarah baru dengan melibatkan seluruh aparatur pemerintah, mulai dari PNS, PPPK, tenaga harian lepas (THL), hingga perangkat desa.
Salah satu rekor yang dibidik adalah pengumpulan minyak goreng bekas atau jelantah dari para aparatur pemerintah.
Sri menjelaskan, rekor pengumpulan minyak jelantah sebenarnya pernah tercatat dengan jumlah mencapai 45 ribu liter.
Namun di Batang, konsepnya dibuat berbeda karena peserta utamanya berasal dari kalangan aparatur pemerintah.
Baca juga: Pakar Ketenagakerjaan Unsoed Dorong Dinnakerin Pro Aktif Selesaikan Kasus eks Karyawan Griya Satria
“Rekor MURI pengumpul minyak jelantah memang sudah ada 45 ribu liter. Tetapi ini dikemas khusus dengan peserta PNS, PPPK, dan PPPK paruh waktu, sehingga diperbolehkan,” kata Sekda kepada Tribunjateng, Rabu (11/3/2026).
Untuk mendukung target tersebut, setiap pegawai diminta menyumbangkan minimal satu liter minyak jelantah dari rumah tangga masing-masing.
Pengumpulan dijadwalkan berlangsung pada 8 - 9 April 2026, menjelang puncak perayaan pada 10 April.
Selain aksi peduli lingkungan, Pemkab Batang juga menyiapkan atraksi budaya massal untuk mencetak rekor kedua.
Tarian khas daerah, Tari Babalu, akan dibawakan secara kolosal oleh sedikitnya 1.000 peserta dalam satu panggung besar.
Menariknya, konsep penampilan dibuat lebih modern agar mudah diikuti banyak peserta.
Para penari tidak diwajibkan mengenakan kostum lengkap Tari Babalu, melainkan tampil seragam dengan kaos hitam dan kacamata hitam.
Sri menyebut konsep tersebut akan menghadirkan tampilan unik yang menyerupai gaya Men in Black.
“Tidak perlu memakai pakaian Tari Babalu lengkap, cukup kita seragamkan memakai kaos hitam dan kacamata hitam,” jelasnya.
| Tangis Pecah Setibanya Jenazah Diva di Ngroto Batang, Remaja ART Terjatuh di Apartemen Jakarta |
|
|---|
| Duka Warga Ngroto Batang, Diva Remaja 15 Tahun Meninggal di Jakarta |
|
|---|
| Kasus Kekerasan Seksual Anak di Batang Meningkat, Banyak Berawal dari Medsos dan Dating Apps |
|
|---|
| Wabup Batang Titip Pesan Kekompakan untuk Jemaah Haji, Saling Jaga Selama di Tanah Suci |
|
|---|
| Pikap Tiba-tiba Hilang Kendali di Jalur Menikung Pantura Batang, Terbalik usai Tabrak Median |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260311_tari-babalu.jpg)