Sabtu, 13 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Program Jelantah PKK Batang Hasilkan Rp 63 Juta dalam 8 Bulan

Limbah minyak goreng bekas yang biasanya dibuang begitu saja kini justru menjadi sumber pemasukan sekaligus solusi lingkungan di Batang

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Dok Pemkab Batang
Ketua TP PKK Batang Faelasufa Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat Sosialisasi Penguatan Program Minyak Jelantah Jadi Rupiah di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Limbah minyak goreng bekas yang biasanya dibuang begitu saja kini justru menjadi sumber pemasukan sekaligus solusi lingkungan di Kabupaten Batang

Melalui program pengumpulan minyak jelantah, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil mengumpulkan omzet hingga Rp 63 juta hanya dalam waktu delapan bulan.

Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, mengatakan program ini awalnya digagas untuk mengatasi persoalan limbah minyak jelantah yang kerap mencemari lingkungan. 

Edukasi dilakukan secara langsung dengan menyasar rumah tangga hingga pelaku usaha kecil.

“Awalnya kami bergerak dari rumah ke rumah, dari warung ke warung, hingga ke gerobak makanan untuk memberikan pemahaman tentang bahaya minyak jelantah bagi lingkungan,” kata Faelasufa kepada Tribunjateng, Jumat (13/3/2026).

Dalam program tersebut, PKK Batang membeli minyak jelantah dari masyarakat dengan harga Rp7 ribu per liter. 

Minyak bekas itu kemudian disalurkan kepada pihak penyedia (supplier) untuk diolah kembali menjadi bahan bakar pesawat yang lebih ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti avtur.

Menurut Faelasufa, program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis konsep ekonomi sirkuler.

“Minyak jelantah yang biasanya dibuang kini bisa dimanfaatkan kembali. Dari limbah menjadi nilai ekonomi, bahkan bisa berkontribusi pada energi yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Pada tahun ini, program tersebut akan diperluas dengan menggandeng Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Kabupaten Batang serta bekerja sama dengan Perusahaan Daerah (Perusda). 

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengumpulan minyak jelantah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah tersebut.

Satu di antaranya contoh kerja sama sudah dilakukan dengan SPPG Kedawung yang berhasil menyetor minyak jelantah sebanyak 202,5 liter kepada PKK Batang.

“Ini bagian dari ekonomi sirkuler. Limbah yang sebelumnya terputus karena dibuang, kini kembali masuk dalam siklus pemanfaatan yang memberi manfaat ekonomi dan lingkungan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Setyo Prabowo, menjelaskan bahwa satu SPPG rata-rata dapat menghasilkan limbah organik dapur sekitar 70 - 100 kilogram per hari dan minyak jelantah sekitar 50 - 60 liter per hari.

Dengan potensi tersebut, ia berharap pengelolaan limbah dari dapur-dapur layanan gizi dapat dilakukan secara terorganisir melalui kerja sama dengan pihak pengelola, termasuk PKK Kabupaten Batang.

“Harapannya SPPG dapat bekerja sama dengan penyedia jasa, dalam hal ini melalui PKK Kabupaten Batang, untuk pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan limbahnya,” tutupnya.

Melalui penguatan kolaborasi ini, program minyak jelantah di Batang diharapkan tidak hanya menekan pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru dari limbah rumah tangga. (Ito)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved