Berita Batang
Guru PAUD Minta Perhatian Lebih Pemkab Batang: Honor Minim dan Sering Telat
Meta guru PAUD di Kabupaten Batang menyebutkan, honor yang diterimanya dari pemerintah hanya sekiranya Rp300 ribu per bulan.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini, para guru PAUD masih menghadapi persoalan klasik, yakni rendahnya honor dan pencairan yang kerap terlambat.
Hal ini terungkap dari beberapa guru PAUD di Kabupaten Batang.
Satu di antaranya adalah Meta (40) yang telah mengabdi selama 20 tahun.
“Kalau dari pemerintah daerah itu memang ada, tapi sering telat."
"Harusnya setiap tiga bulan, tapi kadang sampai empat bulan baru cair,” kata Meta kepada Tribunjateng.com, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Bupati Batang Siapkan Gaji ke-13 untuk Guru PAUD, Bukti Perhatian pada Pendidikan Nonformal
• KABAR BAIK, KAI Kembali Aktifkan Stasiun Plabuan Batang Mulai 27 April 2026
Meta menyebutkan, honor yang diterimanya dari pemerintah hanya sekiranya Rp300 ribu per bulan.
Nilai tersebut dinilai belum sebanding dengan tanggung jawab yang diemban sebagai pendidik anak usia dini.
Senada, Meka (35) yang telah mengajar selama 11 tahun juga mengakui kondisi serupa.
Meski enggan menyebutkan secara rinci honor dari lembaga swasta tempatnya mengajar, dia menegaskan bahwa kesejahteraan guru PAUD masih jauh dari kata ideal.
“Kalau untuk honor swasta, mohon maaf tidak etis saya sampaikan. Tapi memang harapannya ke depan bisa lebih layak,” ucap Meka.
Selain persoalan honor, para guru juga menyoroti minimnya pelatihan dan peningkatan kapasitas yang kini semakin jarang digelar.
“Dulu sering ada pelatihan atau diklat, sekarang jarang, kuotanya juga terbatas,” jelasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Tutik, guru PAUD di Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.
Dia mengungkapkan bahwa rata-rata honor guru PAUD saat ini masih berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.
Baca juga: Harga Kedelai Merangkak Naik, Perajin Tahu di Kandeman, Batang Tertekan Tapi Bertahan
• Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Batang Kucurkan Bantuan dan Modal Usaha untuk Ribuan Warga Rentan
Tutik yang telah mengajar sejak 2012 berharap adanya peningkatan kesejahteraan bagi para guru PAUD.
Menurutnya, peran guru PAUD sangat krusial dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
“Harapannya ya bisa lebih layak,” ucapnya.
Para guru berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan sektor pendidikan formal, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan tenaga pendidik di tingkat PAUD.
Pasalnya, pendidikan usia dini menjadi fondasi utama dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta kreativitas anak seperti yang telah diterapkan di berbagai negara maju.
Dengan kondisi saat ini, para guru PAUD berharap adanya kebijakan yang lebih berpihak, baik dalam peningkatan honor, ketepatan waktu pencairan, maupun penyediaan pelatihan yang berkelanjutan. (*)
| Bupati Batang Siapkan Gaji ke-13 untuk Guru PAUD, Bukti Perhatian pada Pendidikan Nonformal |
|
|---|
| Harga Kedelai Merangkak Naik, Perajin Tahu di Kandeman, Batang Tertekan Tapi Bertahan |
|
|---|
| Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Batang Kucurkan Bantuan dan Modal Usaha untuk Ribuan Warga Rentan |
|
|---|
| KAI Aktifkan Stasiun Plabuan, Akses Warga Batang Kini Makin Dekat dan Praktis Mulai 27 April 2026 |
|
|---|
| Petani Kopi Batang Lepas dari Tengkulak, Skema Baru Permodalan dan Kemitraan Mulai Dibangun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260420-_-Halal-Bihalal-Guru-PAUD-Batang.jpg)