Berita Batang
Kelengkeng Batang Naik Kelas, Siap Banjiri Ritel Modern Lokal hingga Jakarta
Budidaya kelengkeng petani milenial di Kabupaten Batang kini memasuki babak baru.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Budidaya kelengkeng petani milenial di Kabupaten Batang kini memasuki babak baru.
Setelah bertahun-tahun hanya dipasarkan secara lokal, buah unggulan tersebut mulai menembus jaringan ritel modern nasional dan bersiap bersaing langsung dengan buah impor di rak swalayan.
Langkah besar itu terjadi setelah Pemerintah Kabupaten Batang bersama jaringan ritel modern Indomaret membangun kerja sama penyerapan hasil panen petani.
Baca juga: Puluhan Truk Dialihkan ke Tol, Satlantas Polres Batang Perketat Pengawasan Jalur Pantura
Melalui skema tersebut, kelengkeng asal Batang resmi dipasarkan di gerai Indomaret Fresh dan diproyeksikan menjadi komoditas hortikultura unggulan daerah.
Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, dinilai berhasil membuka akses pasar yang selama ini sulit dijangkau petani.
Momentum itu ditandai dengan peluncuran pemasaran kelengkeng Batang di Indomaret Fresh kawasan Alun-Alun Batang beberapa waktu lalu.
Koordinator Petani Kelengkeng Milenial Batang sekaligus fasilitator pendamping Dinas Pertanian Kabupaten Batang, Aditya Reza Kusuma, mengatakan kerja sama tersebut menjadi titik awal transformasi pemasaran buah lokal Batang menuju pasar modern nasional.
“Starting point-nya saat grand opening di Indomaret Fresh Batang. Dari situ Indomaret mulai melihat potensi besar kelengkeng Batang untuk masuk jaringan distribusi mereka,” kata Aditya kepada Tribunjateng, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, saat ini populasi pohon kelengkeng di Batang diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu pohon, baik milik petani mandiri maupun yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Jumlah itu dinilai cukup potensial untuk menopang kebutuhan pasar modern secara berkelanjutan.
Keunggulan utama kelengkeng Batang, kata dia, terletak pada pola panen yang bisa diatur.
Dengan teknologi budidaya tertentu, petani dapat mengondisikan waktu pembuahan sehingga pasokan buah tetap tersedia setiap minggu.
“Ini yang tidak dimiliki banyak komoditas buah lain. Panennya bisa dijadwalkan bergiliran antarwilayah, jadi suplai bisa kontinu,” jelasnya.
Pada tahap awal, Indomaret wilayah Jakarta meminta pasokan sekitar 500 kilogram per minggu.
Sementara kebutuhan untuk wilayah Jawa Tengah berkisar 100 hingga 500 kilogram per minggu.
| Puluhan Truk Dialihkan ke Tol, Satlantas Polres Batang Perketat Pengawasan Jalur Pantura |
|
|---|
| Pemkab Batang Tawarkan Aset untuk SPKLU, Bidik Mobilitas Kendaraan Listrik Jalur Pantura |
|
|---|
| DPR RI Kunjungi KITB, Infrastruktur Penyangga dan Nasib Tenaga Kerja Lokal Batang Jadi Sorotan |
|
|---|
| BUMDes Batang Disiapkan Jadi Bank Sampah Desa, Warga Bayar Sesuai Sampah yang Dibuang |
|
|---|
| Panen Raya Kopi Batang Dibayangi Pencurian, Petani Terpaksa Petik Buah Belum Matang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260522_Bupati-Batang-M-Faiz-Kurniawan.jpg)