Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Kelengkeng Batang Naik Kelas, Siap Banjiri Ritel Modern Lokal hingga Jakarta

Budidaya kelengkeng petani milenial di Kabupaten Batang kini memasuki babak baru. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
KELENGKENG - Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, saat meresmikan satu ritel modern nasional di sekitar Alun-Alun Kabupaten Batang, baru-baru ini. Budidaya kelengkeng petani milenial di Kabupaten Batang kini memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun hanya dipasarkan secara lokal, buah unggulan tersebut mulai menembus jaringan ritel modern nasional dan bersiap bersaing langsung dengan buah impor di rak swalayan. (Dok. Pemkab Batang) 

Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat bertahap hingga mencapai lima ton per minggu.

Tak hanya membuka akses pasar, kerja sama ini juga mendorong peningkatan kualitas produk petani. 

Selama ini, buah lokal kerap kalah bersaing dari sisi tampilan dibanding buah impor meski memiliki cita rasa lebih unggul.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PSDKU Universitas Diponegoro Kampus Batang dilibatkan memberikan pendampingan teknis mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, hingga pengemasan produk.

Bahkan, tim dari Indomaret pusat turut turun langsung memberikan pelatihan kepada petani terkait standar kualitas ritel modern, mulai dari teknik memetik buah, proses sortir, hingga pengemasan menggunakan mika khusus berlabel Kelengkeng Kabupaten Batang.

“Kalau rasa dan kualitas sebenarnya kita unggul. Daging buah lebih tebal, bijinya kecil, manisnya juga bagus. Yang dulu jadi tantangan memang tampilan luarnya,” ungkapnya. 

Kini, perubahan mulai terlihat. Kelengkeng Batang yang sebelumnya hanya dikenal di pasar tradisional perlahan tampil lebih premium dan siap bersanding dengan produk impor di etalase modern.

Bagi petani, kepastian pasar menjadi keuntungan terbesar dari kerja sama tersebut. 

Selama ini mereka sering menghadapi persoalan harga anjlok saat panen raya akibat terbatasnya pasar lokal. 

Dengan adanya penyerapan rutin dari ritel modern, petani memiliki jaminan distribusi yang lebih stabil.

“Pasarnya jadi jauh lebih luas dan berkelanjutan. Berapapun produksi petani nantinya bisa terserap selama kualitas dijaga,” jelasnya. 

Meski demikian, para petani berharap dukungan pemerintah daerah terus diperkuat, terutama terkait akses kebutuhan budidaya. 

Salah satu kebutuhan mendesak ialah kemudahan memperoleh pupuk dan booster khusus kelengkeng yang sebagian masih bergantung dari luar negeri.

Mereka optimistis, jika ekosistem budidaya hingga pemasaran terus diperkuat, Batang bukan hanya mampu menjadi sentra kelengkeng terbesar di Jawa Tengah, tetapi juga menjadi pemasok buah lokal berkualitas untuk pasar nasional. (Ito) 

Baca juga: Pemkab Batang Tawarkan Aset untuk SPKLU, Bidik Mobilitas Kendaraan Listrik Jalur Pantura

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved