Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

PAD Batang Melonjak, Pengembalian Dana PLN Rp7 Miliar Jadi Pemicu Kenaikan Pendapatan

Tambahan pendapatan itu membuat realisasi lain-lain PAD yang sah melonjak hingga 296 persen dari target yang ditetapkan

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Pemkab Batang
PAD BATANG - Pj Sekda Batang Sri Purwaningsing, memaparkan materi saat rakor Pengendalian Operasional Kegiatan APBD di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang.Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Batang menunjukkan tren positif hingga Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Batang mencatat realisasi PAD telah mencapai 39,21 persen per 22 Mei 2026, dengan lonjakan tertinggi berasal dari kategori lain-lain PAD yang sah. 

PAD Batang Melonjak, Pengembalian Dana PLN Rp7 Miliar Jadi Pemicu Kenaikan Pendapatan


TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Batang menunjukkan tren positif hingga Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Batang mencatat realisasi PAD telah mencapai 39,21 persen per 22 Mei 2026, dengan lonjakan tertinggi berasal dari kategori lain - lain PAD yang sah.

Kenaikan signifikan tersebut dipicu adanya pengembalian dana dari PLN melalui Dinas Perhubungan dengan nilai mencapai sekitar Rp7 miliar. 

Tambahan pendapatan itu membuat realisasi lain-lain PAD yang sah melonjak hingga 296 persen dari target yang ditetapkan.

Demikian yang disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih seusai melaksanakan paparan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) periode Januari hingga Mei 2026 dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan APBD di Aula Bupati Batang.

“Lain-lain PAD yang sah menjadi penyumbang kenaikan tertinggi, salah satunya karena adanya pengembalian PLN dari Dinas Perhubungan sekitar Rp7 miliar,” kata Sri kepada Tribunjateng, Kamis (4/6/2026). 

Selain itu, sektor pajak daerah juga menunjukkan progres positif dengan realisasi mencapai 34,45 persen. 

Sementara retribusi daerah tercatat sebesar 38,59 persen dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan telah menyentuh angka 56,70 persen.

Di sisi lain, realisasi pendapatan transfer daerah tercatat mencapai 36,58 persen. 

Angka tersebut terdiri atas transfer pemerintah pusat sebesar 37,40 persen dan transfer antar daerah sebesar 26,35 persen.

Sri menjelaskan, hingga akhir Mei 2026 realisasi belanja daerah juga terus bergerak dan kini telah mencapai 32,40 persen. 

Pemerintah daerah terus melakukan pengendalian agar seluruh program pembangunan berjalan sesuai target.

“Pengendalian operasional terus dilakukan supaya pelaksanaan kegiatan APBD tetap tepat sasaran dan sesuai perencanaan,” ujarnya. 

Pada sektor pembiayaan daerah, anggaran penerimaan pembiayaan tercatat sebesar Rp14,29 miliar dengan realisasi penyerapan lebih dari Rp114 juta. 

Menurut Sri, kondisi pembiayaan daerah saat ini masih berada dalam posisi seimbang atau balance.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved