Selasa, 16 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Kirab Pusaka Batang Berpeluang Digelar Keliling Kota, Disdikbud: Bisa Jadi Wisata Budaya Baru

Dalam rangkaian peringatan Malam Satu Suro tahun ini, Pemerintah Kabupaten Batang melakukan penjamasan 62 pusaka

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
KIRAB PUSAKA - Suasana Bupati Batang, M Faiz Kurniawan melakukan penjamasan terhadap tombak Abirawa saat Tradisi Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Pendopo Kabupaten Batang, Senin (16/6/2026). Tradisi Kirab Pusaka Malam Satu Suro yang selama ini hanya berlangsung di lingkungan Pendopo Kabupaten Batang berpeluang dikembangkan menjadi agenda budaya yang dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas. 

Kirab Pusaka Batang Berpeluang Digelar Keliling Kota, Disdikbud: Bisa Jadi Wisata Budaya Baru


TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Tradisi Kirab Pusaka Malam Satu Suro yang selama ini hanya berlangsung di lingkungan Pendopo Kabupaten Batang berpeluang dikembangkan menjadi agenda budaya yang dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas. 

Wacana tersebut mengemuka dalam peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau Malam Satu Suro 1960 Tahun Jawa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang, Senin (15/6/2026) malam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, pelaksanaan kirab pusaka di luar kompleks Pendopo memungkinkan untuk dilakukan pada masa mendatang, sepanjang mendapat persetujuan dari para sesepuh adat dan ahli waris pusaka.

“Kalau saya melihat dari sisi budaya tentu baik apabila dilaksanakan di luar, karena masyarakat bisa ikut menikmati dan mengenal tradisi yang selama ini hanya berlangsung di lingkungan pendopo,” kata Bambang kepada Tribunjateng, Selasa (16/6/2026). 

Menurut Bambang, pengembangan rute kirab tidak bisa dilakukan secara sederhana karena membutuhkan persiapan yang lebih matang dibanding pelaksanaan saat ini. 

Berbagai aspek harus diperhitungkan mulai dari jumlah peserta, keamanan, pengaturan lalu lintas hingga penentuan rute perjalanan.

Terlebih, prosesi kirab dilaksanakan pada malam hari sehingga membutuhkan pengamanan dan pengaturan teknis yang lebih kompleks dibanding kirab budaya yang biasa digelar saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Batang.

“Kalau memang ke depan ada wacana dikirabkan di luar, tentu persiapannya harus dilakukan jauh-jauh hari dan lebih matang,” jelasnya.

Saat ini, kirab pusaka masih mengikuti arahan para sesepuh adat yang menyarankan prosesi dilakukan di sekitar kompleks pendopo. 

Namun, apabila para ahli waris dan sesepuh adat berkenan memperluas pelaksanaan kirab, pemerintah daerah siap menyiapkan berbagai kebutuhan pendukungnya.

Bambang menilai, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam menyaksikan kirab pusaka dapat menjadi sarana edukasi budaya sekaligus memperkuat identitas daerah. 

Generasi muda diharapkan semakin mengenal sejarah dan peninggalan leluhur yang selama ini menjadi bagian penting perjalanan Kabupaten Batang.

“Budaya Batang ini sangat kaya dan sudah berlangsung sejak lama. Masyarakat, terutama generasi muda, perlu mengetahui bahwa banyak peninggalan budaya yang harus dilestarikan bersama,” ungkapnya.

Dalam rangkaian peringatan Malam Satu Suro tahun ini, Pemerintah Kabupaten Batang melakukan penjamasan 62 pusaka yang terdiri dari 56 tombak, lima keris dan satu pedang. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved