Berita Batang
Kirab Pusaka Batang Berpeluang Digelar Keliling Kota, Disdikbud: Bisa Jadi Wisata Budaya Baru
Dalam rangkaian peringatan Malam Satu Suro tahun ini, Pemerintah Kabupaten Batang melakukan penjamasan 62 pusaka
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
Kirab Pusaka Batang Berpeluang Digelar Keliling Kota, Disdikbud: Bisa Jadi Wisata Budaya Baru
TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Tradisi Kirab Pusaka Malam Satu Suro yang selama ini hanya berlangsung di lingkungan Pendopo Kabupaten Batang berpeluang dikembangkan menjadi agenda budaya yang dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas.
Wacana tersebut mengemuka dalam peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau Malam Satu Suro 1960 Tahun Jawa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang, Senin (15/6/2026) malam.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, pelaksanaan kirab pusaka di luar kompleks Pendopo memungkinkan untuk dilakukan pada masa mendatang, sepanjang mendapat persetujuan dari para sesepuh adat dan ahli waris pusaka.
“Kalau saya melihat dari sisi budaya tentu baik apabila dilaksanakan di luar, karena masyarakat bisa ikut menikmati dan mengenal tradisi yang selama ini hanya berlangsung di lingkungan pendopo,” kata Bambang kepada Tribunjateng, Selasa (16/6/2026).
Menurut Bambang, pengembangan rute kirab tidak bisa dilakukan secara sederhana karena membutuhkan persiapan yang lebih matang dibanding pelaksanaan saat ini.
Berbagai aspek harus diperhitungkan mulai dari jumlah peserta, keamanan, pengaturan lalu lintas hingga penentuan rute perjalanan.
Terlebih, prosesi kirab dilaksanakan pada malam hari sehingga membutuhkan pengamanan dan pengaturan teknis yang lebih kompleks dibanding kirab budaya yang biasa digelar saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Batang.
“Kalau memang ke depan ada wacana dikirabkan di luar, tentu persiapannya harus dilakukan jauh-jauh hari dan lebih matang,” jelasnya.
Saat ini, kirab pusaka masih mengikuti arahan para sesepuh adat yang menyarankan prosesi dilakukan di sekitar kompleks pendopo.
Namun, apabila para ahli waris dan sesepuh adat berkenan memperluas pelaksanaan kirab, pemerintah daerah siap menyiapkan berbagai kebutuhan pendukungnya.
Bambang menilai, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam menyaksikan kirab pusaka dapat menjadi sarana edukasi budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.
Generasi muda diharapkan semakin mengenal sejarah dan peninggalan leluhur yang selama ini menjadi bagian penting perjalanan Kabupaten Batang.
“Budaya Batang ini sangat kaya dan sudah berlangsung sejak lama. Masyarakat, terutama generasi muda, perlu mengetahui bahwa banyak peninggalan budaya yang harus dilestarikan bersama,” ungkapnya.
Dalam rangkaian peringatan Malam Satu Suro tahun ini, Pemerintah Kabupaten Batang melakukan penjamasan 62 pusaka yang terdiri dari 56 tombak, lima keris dan satu pedang.
| Bupati Batang Sebut Pemangkasan Anggaran Rp 240 Miliar Jadi Salah Satu Faktor Munculnya SILPA |
|
|---|
| Sungai Tercemar Sampah dan Popok Bayi, Puluhan Relawan Turun Tangan di Desa Tombo Kabupaten Batang |
|
|---|
| KONI Batang Libatkan Psikolog dan Sport Science Demi Dongkrak Mental Juara Atlet |
|
|---|
| Perjalanan 47 Tahun Sapari dan Casminten Menjaga Asa Kerupuk Usek Asal Batang |
|
|---|
| Pemkab Batang Jadikan Panggung Budaya sebagai Benteng Hadapi Arus Modernisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260616_batang1.jpg)