Berita Kudus
Realisasi Investasi di Kudus Tembus Rp 882,16 Miliar
Total realisasi nilai investasi di Kabupaten Kudus sampai pada triwulan kedua tahun 2025 tembus Rp 882,16 miliar
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Total realisasi nilai investasi di Kabupaten Kudus sampai pada triwulan kedua tahun 2025 tembus Rp 882,16 miliar.
Angka tersebut mencapai 72,31 persen dari target realisasi investasi pada tahun ini di Kabupaten Kudus mencapai Rp 1,22 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kudus Harso Widodo mengatakan, realisasi investasi tersebut terdiri atas Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebesar Rp 674,65 miliar dan non LKPM atau usaha mikro sebesar Rp 207,51 miliar.
“Realisasi investasi ini merupakan jumlah investasi yang sudah berjalan bagi usaha mikro dan sudah dilaporkan di dalam LKPM di sistem OSS (Online Single Submission) bagi usaha skala kecil, menengah, dan besar,” ujar Harso Widodo.
Baca juga: Perjuangan Siti Mutmainah: 4 Jam Menunggu Berkah Rezeki Dari Nasi Kepel Ampyang Maulid di Kudus
Dari total realisasi investasi yang terlaporkan sampai pada triwulan kedua mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 29.102 tenaga kerja.
Untuk investor yang menanamkan modal sampai pada triwulan kedua di Kabupaten Kudus seluruhnya merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tidak ada Penanaman Modal Asing (PMA).
Pihaknya berharap, capaian realisasi investasi pada tahun ini bisa memenuhi target mencapai Rp 1,22 triliun.
Mengingat pada tahun 2024, target nilai investasi di Kabupaten Kudus dipatok mencapai Rp 1,1 triliun, ternyata realisasinya mampu mencapai Rp 1,4 triliun atau setara dengan 128,51 persen. Dan pada tahun 2024 terdapat dua investor PMA.
“Untuk target realisasi investasi ini sesuai dengan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) sebesar Rp 1,22 triliun,” kata Harso.
Sebelumnya Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mendongkrak nilai investasi di Kabupaten Kudus demi menumbuhkan ekonomi di Kabupaten Kudus.
Sebab sampai pada semester pertama 2025 laju pertumbuhan ekonomi di Kudus hanya tembus 2,78 persen.
Angka ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah lain dan pertumbuhan ekonomi nasional yang tembus sampai 5 persen.
Melambatnya laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus, kata Sam’ani, lantaran terhimpitnya industri hasil tembakau. Satu di antara himpitan tersebut datang dari adanya kenaikan tarif cukai. Untuk itu Sam’ani meminta kepada pemerintah pusat untuk tidak menaikkan tarif cukai.
Terhimpitnya industri hasil tembakau lantaran adanya regulasi yang dinilai menyulitkan para pelaku industri rokok.
Selain itu peredaran rokok ilegal juga menjadi kendala dalam persaingan pasar atas produk rokok legal. Namun, Sam’ani memastikan bahwa di Kabupaten Kudus tidak ada produsen rokok ilegal.
| Antisipasi Gangguan Keamanan, Polres Kudus Gelar Latihan Pengendalian Massa |
|
|---|
| Tribun Jateng dan Pemuda Pancasila Kudus Berjabat Tangan |
|
|---|
| Bayar PBB di Kudus Makin Mudah, Bisa dari Rumah, Ini Linknya |
|
|---|
| Samani Komitmen Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Kudus |
|
|---|
| Kudus Raih Tiga Penghargaan dalam Ajang Top BUMD Award 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250908_mpp.jpg)