Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

PB Djarum Komitmen Benahi Prestasi Bulu Tangkis Indonesia lewat Bibit Usia Dini

Audisi Umum PB Djarum 2025 yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum resmi bergulir.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
JUMPA PERS - Sejumlah pejabat PB Djarum menggelar konferensi pers dalam Audisi Umum 2025 di GOR Djarum Jati, Kudus, yang berlangsung sejak Senin (8-12/9/2025). Ajang ini dihadiri beberapa legenda bulu tangkis nasional, seperti seperti Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Maria Kristin, Vita Marissa, dan beberapa legenda bulutangkis lainnya. (TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM) 

Di mana Audisi Umum merupakan pilar utama dari komitmen jangka panjang PB Djarum guna memastikan regenerasi atlet bulutangkis Indonesia terus berlangsung secara berkesinambungan.

Bagaimana investasi talenta muda menjadi kunci melanjutkan dominasi Indonesia di panggung dunia.

Dia menyebut, atlet-atlet muda adalah denyut nadi bagi masa depan bulu tangkis Indonesia.

PB Djarum setiap tahunnya menyelenggarakan Audisi Umum, membuka gerbang seluas-luasnya bagi pebulu tangkis belia di seluruh penjuru negeri dengan mimpi yang besar.

"Mengambil peran di garda terdepan untuk memfasilitasi mimpi tersebut menjadi kenyataan.

Kami siap menempa mereka menjadi pahlawan bulutangkis di masa depan dan memastikan nyala api kejayaan bulu tangkis Tanah Air tetap terjaga," terangnya.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2025, Sigit Budiarto menuturkan terdapat dua elemen inovasi yang dilakukan pada Audisi Umum tahun lalu yang kembali diterapkan di tahun ini.

Yakni, kelompok usia dan tahap screening.

Dia menilai bahwa terobosan tersebut masih relevan untuk para peserta mengerahkan seluruh kemampuan sepanjang rangkaian seleksi bergulir karena bertemu dengan lawan sepadan berdasarkan usia.

Selain itu, sistem ini memungkinkan Tim Pencari Bakat yang terdiri dari para legenda bulu tangkis Indonesia untuk menyeleksi lebih seksama sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Fokus pada kelompok usia yang lebih muda, yaitu U-11 hingga KU 12 sebagai langkah strategis.

Pada usia ini, bakat alami dan potensi seorang atlet dinilai terlihat paling murni.

Selain itu, sistem screening di awal juga efektif untuk melihat daya juang dan menguji mentalitas sejak pertandingan pertama.

"Kami tidak hanya mencari bibit unggul yang memiliki bakat teknis, tetapi juga mereka yang memiliki semangat, daya juang tak kenal lelah, karakter kuat, serta atlet berkualitas super.

Inilah DNA juara yang kami cari untuk melanjutkan estafet prestasi," jelas Sigit.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved