Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Gerakan ASN Kudus Belanja di Pasar Tradisional Dimulai dari Pasar Kliwon

Suasana di Pasar Tradisional Kliwon Kabupaten Kudus mendadak ramai diserbu ASN pada Jumat (24/10/2025).

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
ASN BELANJA - Sejumlah ASN Pemkab Kudus berbelanja di Pasar Tradisional Kliwon, Jumat (24/10/2025). Aksi tersebut merupakan implementasi program ASN Ayo Belanja ke Pasar Tradisional.  

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Suasana di Pasar Tradisional Kliwon Kabupaten Kudus mendadak ramai pada, Jumat (24/10/2025).

Pasar tradisional tertua di Kota Kretek yang sebelumnya dikeluhkan sepi, mendadak penuh sesak dipadati pembeli.

Ratusan aparatur sipil negara (ASN) tumplek dalam satu waktu di Pasar Kliwon untuk belanja di pasar tradisional.

Pedagang pasar dibuat kewalahan melayani pembeli yang begitu antusias. Baik pedagang sayur, bumbu dapur, buah-buahan, dan aneka jenis dagangan lainnya.

Baca juga: Dikerjakan Mulai Besok Sabtu, Ganti Baru Semua Talang Atap Lantai 2 Pasar Kliwon Kudus

Satu di antara pedagang, Laily Praditasari (22) mengaku excited didatangi pembeli sekaligus.

Pada mulanya, dia bersama ibunya berdagang empon-empon dan bumbu dapur di sebuah ruko kecil lantai 2 Pasar Kliwon.

Tiba-tiba datang puluhan ASN Kudus yang mengantre untuk membeli dagangan Laily.

Kata dia, lebih dali 30 pembeli memborong empon-empon dagangannya dalam kurun waktu 1 jam.

Berbanding terbalik dari hari-hari biasanya yang cenderung sepi setiap harinya.

Bahkan, kata Laily, pada hari-hari biasanya, tak lebih dari 10 pembeli yang mampir di lapaknya sejak pagi hingga sore hari.

Kini, lapak Laily dan ibunya menjadi satu dari beberapa pedagang yang menuai keberkahan setelah barang dagangannya diborong pembeli.

"Rasanya pasti senang, bangga, terharu tiba-tiba banyak orang datang memborong dagangan saya. Padahal hari-hari biasa sepi, agak ramai ketika momen-momen tertentu seperti weekend atau musim hajatan. Excited, senang sekali tiba-tiba ramai. Jarang kan ya seperti ini," terangnya.

Sebagai pedagang, Laily berharap pemerintah daerah terus terlibat dalam memperhatikan para pedagang pasar tradisional. Mengingat situasi pasar tradisional lesu, dibutuhan upaya bagaimana masyarakat datang dan belanja ke pasar tradisional.

"Harapan kami kegiatan ini dilakukan Seminggu sekali. ASN kan setiap Minggunya ada waktu libur, bisa digunakam untuk belanja ke pasar tradisional," ujarnya.

Senada dengan Laily, pedagang bumbu dapur Sapaati (66) terharu dagangannya diborong puluhan pembeli.

Kata dia, kondisi Pasar Kliwon dalam beberapa waktu terakhir sepi dari pembeli.

Daya beli masyarakat ke pasar tradisional semakin menurun dan memprihatinkan, termasuk yang terjadi di Pasar Kliwon.

Sapaati pada hari-hari biasa hanya melayani segelintir pembeli. Itu pun sering kali permintaan dalam jumlah sedikit, pernah juga tidak ada pembeli sama sekali dalam sehari berjualan.

Kata dia, momentum Jumat kali ini menjadi berkah ketika cabai, bawang merah, dan bawang putih yang dijualnya habis separo dalam waktu kurang dari sejam.

"Untuk harga masih stabil. Cabai rawit putih Rp 20.000 per kilogram, cabai keriting merah Rp 45.000 per kilogram, bawang merah Rp 40.000-45.000 per kilogram, bawang putih Rp 40.000 per kilogram, cabai setan atau rawit merah Rp 40.000 per kilogram," tuturnya.

Aksi ASN belanja ke pasar tradisional merupakan program Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris dalam mendukung upaya peningkatan ekonomi pedagang di pasar tradisional.

Program tersebut sedianya dilakukan pada Jumat, minimal sebulan sekali. Dalam rangka membangun ekonomi daerah menopang Indonesia lebih maju.

Plh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Djati Solechah menyampaikan, program ASN belanja ke pasar tradisional merupakan tindak lanjut surat edaran (SE) Bupati Kudus pada 23 Oktober.

Yaitu gerakan sambang pasar untuk mendorong dan meningkatkan perekonomian maayarakat, khususnya pedagang.

Juga menumbuhkan kembali geliat pasar tradisional yang lesu dampak digitalalisasi belanja (belanja online).

Dengan harapan, gerakan ini jadi motor penggerak perputaran ekonomi masyarakat di lingkungan pasar tradisional.

"Program ini dilakukan setiap hari Jumat minimal sebulan sekali di selang kegiatan olahraga," katanya.

Baca juga: Atap Bocor, Puluhan Kios di Pasar Kliwon Kudus Terendam Hujan Deras

Menurut Djati, setiap ASN diharapkan bisa belanja minimal Rp 50.000 di pasar tradisional.

Setelah dilaunching hari ini, lanjut dia, diharapkan gerakan ini terus berlanjut di masing-masing OPD.

"Waktu belanja maksimal 1 jam di sela-sela olahraga. Selanjutnya (setelah belanja) kembali ke OPD masing-masing untuk melakukan pelayanan lebih lanjut," jelasnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved