Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Harga Cabai Rawit Merah Semakin Pedas, Tembus Rp 90.000 Per Kg di Kudus

Harga cabai di pasar tradisional Kudus semakin pedas jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru)

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
SIAPKAN PESANAN - Seorang pedagang di Pasar Bitingan Kudus sedang menyiapkan pesanan pembeli, Jumat (12/12/2025). Harga cabai rawit merah melonjak tajam tembus Rp 90.000 per kilogram.  

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Harga cabai di pasar tradisional Kudus semakin pedas jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Di Pasar Bitingan Kudus, cabai rawit merah mengalami lonjakan harga tertinggi tembus Rp 90.000 per kilogram. Padahal, momentum Nataru masih menyisakan dua pekan lagi, namun kenaikan harga cabai rawit merah tidak terbendung.

Harga cabai dan bahan pokok lainnya diprediksi akan terus merangkak naik hinga H-1 Nataru dimulai.

Khusus cabai rawit merah, kenaikan harga diprediksi menyentuh angka lebih dari Rp 100.000 per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu di Pasar Induk Batang, Faktor Cuaca Penyebabnya

Terungkap, AKBP Basuki Masukkan Nama Dosen Levi ke Kartu Keluarga Tanpa Sepengetahuan Istri

Pedagang bumbu dapur, Tutik Asiani (49) menyampaikan, komoditi cabai yang mengalami kenaikan tertinggi hanyalah cabai rawit merah.

Pada umumnya, satu kilogram cabai rawit merah dibandrol kurang lebih Rp 40.000 per kilogram. Menjelang perayaan Nataru, harga mulai merangkak naik secara bertahap. Dari kenaikan Rp 60.000 - Rp 70.000 per kilogram, kini sudah mencapai Rp 80.000 - Rp 90.000 per kilogram.

Menurut dia, kenaikan harga cabai rawit merah terlalu cepat, mengingat momentum Nataru masih cukup lama. Pedagang memperkirakan harga cabai rawit merah tak terbendung lagi mendekati Natal dan Tahun Baru dimulai.

"Sekarang saja sudah sampai Rp 90.000 per kilogramnya, belum tahu nanti h-1 Nataru harga jadi berapa. Kita berharap ada penurunan harga dalam beberapa hari ke depan, supaya naiknya lagi mendekati Nataru tidak terlalu tinggi," terangnya, Jumat (12/12/2025).

Selain cabai rawit merah, lanjut Tutik, jenis cabai lainnya juga mulai merangkak naik, meski harga jual saat ini belum melonjak tajam.

Seperti contoh cabai keriting merah umumnya dibandrol Rp 30.000 - Rp 35.000 per kilogram, kini dibandrol Rp 65.000 - Rp 70.000 per kilogram.

Rawit hijau biasanya di bawah Rp 35.000 per kilogram, saat ini dijual dengan harga Rp 40.000 - Rp 45.000 per kilogram. Sementara jenis cabai rawit putih justru mengalami penurunan, dari sebelumnya Rp 45.000 per kilogram, kini hanya dibandrol Rp 30.000 - Rp 35.000 per kilogram.

Tutik menyebut, cabai merupakan kebutuhan harian masyarakat yang susah untuk disetok (disimpan), utamanya cabai rawit merah.

Kata dia, kondisi cabai rawit merah dalam suhu ruangan tidak bisa disimpan lebih dari 2 hari. Bahkan, cabai sudah menunjukkan tanda-tanda busuk ketika lewat 24 jam, sehingga tidak memungkinkan pedagang menyetok cabai rawit merah hanya untuk menjaga stabilitas harga cabai mendekati momentum Nataru nanti.

"Gak bisa disetok. Terkadang satu hari saja sudah ada yang busuk. Mau enggak mau kulakan setiap hari, meski harga mahal ya tetap harus jualan," kata dia.

Pedagang lain, Wiji Lestari mulai mengurangi stok cabai setelah kenaikan drastis terjadi pada jenis cabai rawit merah.

Biasanya, dia setiap harinya menyiapkan 5 kilogram pada setiap jenis cabai untuk dijual. Kini hanya berani menyiapkan 4 kilogram untuk jenis cabai selain rawit merah. Sedangkan khusus cabai rawit merah hanya berani kulakan maksimal Rp 3 kilogram per hari.

"Selain harganya mahal, permintaan juga menurun. Bisa jadi karena harganya mulai tinggi. Kalau enggak habis, yang ada busuk," kata dia.

Kata Wiji, kenaikan harga cabai sudah berlangsung dalam sepekan terakhir dengan tingkat kenaikan bervariasi. Tertinggi dialami cabai jenis rawit merah mendekati angka Rp 100.000 per kilogram.

Selain cabai, Wiji menyebut, harga bawang merah juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp 40.000 per kilogram, kini sudah di angka Rp 55.000 per kilogram. Sementara harga bawang putih masih stabil Rp 30.000 - Rp 35.000 per kilogram.

"Harga naik hal yang bisa, yang terjadi nanti permintaan juga turun, kecuali pedagang-pedagang yang mau gak mau harus beli sesuai kebutuhan," ujarnya.

Seorang pembeli, Arofah menyadari pada setiap momentum jelang Nataru pasti harga-harga kebutuhan pokok merangkak naik.

Karena itu, dia hanya menyiasati kenaikan harga dengan mengurangi stok kebutuhan harian. Namun tidak menghilangkan sepenuhnya.

"Sebagai konsumen, yang bisa dilakukan mengurangi kebutuhan. Misal biasanya butuh setengah kilogram cabai setiap hari, paling beli beberapa ons saja. Jadi gak harus dipaksanakan harus beli sekian, yang penting kebutuhan harian tetap ada meski dengan porsi yang tidak sama," tuturnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved