Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Bupati Kudus Ikut Berduka, 2 Bocah Tewas Tenggelam di Kubangan Galian C

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris takziah ke rumah duka dua bocah meninggal di kubangan galian C Pedak Kulon, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
TAKZIAH - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris takziah di rumah duka bocah korban tenggelam galian C di RT 03 RW 08 Dukuh Pedak Kulon, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Minggu (21/12/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris takziah ke kediaman dua bocah yang meninggal di kubangan galian C tempo hari di Dukuh Pedak Kulon, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Minggu (21/12/2025).

Sam’ani datang ke kediaman dua korban tenggelam di RT 03 RW 08 Dukuh Pedak Kulon didampingi amat Gebog Fariq Mustofa, Kapolsek Gebog AKP Siswanto, dan Danramil Gebog Kapten Cba Hendrik.

Pertama, Sam’ani datang ke kediaman korban bernama Muhammad Abraham Dhiyauddin.

Baca juga: Kronologi Lengkap Dua Bocah di Kudus Meninggal Dunia Tenggelam di Kubangan Bekas Galian C

Siti Warga Kudus Ketiban Rezeki, Borong Kebutuhan Pengajian di Pasar Murah: Alhamdulillah

Jenazah bocah 8 tahun ini masih disemayamkan di rumah. 

Sam’ani datang dan duduk di kursi plastik yang tertata di bawah tenda di depan rumah duka.

Keranda berbalut kain hijau masih membujur di ruang tamu rumah duka. Suasana haru masih sangat kental.

Beberapa orang di sekeliling keranda tampak menitikan air mata. Bahkan beberapa di antara kerabat korban ada yang sampai jatuh pingsan.

Sebelum jenazah diberangkatkan untuk dimakamkan, Sam’ani berkesempatan memberikan sambutan.

Dia sebagai pemimpin di Kabupaten Kudus berbela sungkawa atas wafatnya dua bocah yang tenggelam di galian C.

Sesaat setelah jenazah diberangkatkan, Sam’ani bergegas menuju kediaman korban bernama Ahmad Syukron Ma’mun yang rumahnya berjarak sepelemparan batu dengan rumah korban sebelumnya.

Sama seperti yang sebelumnya, suasana haru juga masih tampak lekat di sini. Hanya saja untuk korban yang ini sudah dimakamkan semalam.

Di kediaman korban kedua, Sam’ani menemui ibunda korban yang masih tampak lelah.

Matanya masih tampak merah berair. Kesedihan belum benar-benar hilang dari rumah ini.

Tidak banyak kata yang keluar dari bibir ibu ini. Dia hanya duduk bersila matanya menerawang jauh saat di hadapan Sam’ani.

Di sini Sam’ani mengucapkan bela sungkawa mendalam yang telah merenggut buah hati sang ibu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved