Masan memastikan pengelola Pasar Saerah komitmen memberikan tarif sesuai dengan yang telah disepakati dengan pedagang. Artinya tidak ada tarif plus-plus yang berpotensi menimbulkan kegaduhan, baik itu tarif parkir, listrik, kemaanan dan lainnya.
"Supaya tarif ini tidak membebani pedagang, harus dituangkan dalam MoU antara Pemkab dengan pihak swasta. Untuk relokasi kami minta jadwalnya segera disampaikan ke pedagang agar pedagang bisa bersiap. Menurut saya lebih cepat lebih baik persiapan Ramadan," ujarnya.
Sebelumnya, Perwakilan Manajemen Pasar Saerah Muhamamd Faiz menyampaikan, Pasar Saerah bisa menampung hingga 580 pedagang. Fasilitas kios sebanyak 108, dan lapak los berjumlah 440, sisanya disiapkan sebagai cadangan di lokasi los.
Kata dia, saat ini Pasar Saerah yang berlokasi di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati dalam tahap penataan. Pasar siap ditempati mulai 3 Januari, baik los maupun kios, namun belum ada kesepakatan dari pedagang terkait kapan pindahan. (Sam)