Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Mudloha Senang Dapat Gerobak Baru untuk Jualan Nasi Goreng

Gerobak jualan nasi goreng milik Mudloha yang sehari-hari digunakan berjualan di Jalan Sunan Kudus sudah tidak lagi layak.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
SERAHKAN GEROBAK-Bupati Kudus Sam'ani Intakoris (dua dari kiri), Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton (kiri) saat menyerahkan bantuan gerobak dari BPKH didampingi Wakil Ketua Komisi VII DPR Ri Abdul Wachid (kanan) di Pendopo Kudus, Selasa (6/1/2026). 

“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik, disertai komitmen menjaga ketertiban dan kebersihan agar PKL mampu naik kelas,” kata Sam’ani.

Sementara itu CEO LAZ Solopeduli Sidik Anshori mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Kemaslahatan 2025 yang dikelola BPKH melalui kemitraan dengan Solopeduli. Sidik menyatakan telah bermitra dengan  BPKH untuk menyalurkan program-program kemaslahatan yang tepat sasaran.

“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan omzet usaha. Terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kudus, semoga ke depan semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” kata dia.

Kemudian Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Abdul Wachid mengatakan, program kemaslahatan bersifat berkelanjutan dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima manfaat.

Pihaknya sebagai mitra strategis BPKH kembali mengusulkan dalam program serupa agar tahun 2026 ini kembali memberikan bantuan sebanyak 200 gerobak untuk PKL di Kabupaten Kudus.

“Program ini diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Kami terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus, termasuk melalui program lain seperti PIP (Program Indonesia Pintar) dan rumah layak huni,” ujar Abdul Wachid.

Pada kesempatan yang sama Kepala Divisi Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kemaslahatan di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Dyah Rahayu mengatakan, bahwa program kemaslahatan tidak menggunakan dana setoran haji jemaah.

Melainkan menggunakan nilai manfaat dari dana abadi umat.

“Pokok dananya tetap terjaga, sedangkan nilai manfaatnya digunakan untuk mendukung program sosial, pendidikan, dan dakwah.

 Jadi, anggapan bahwa program ini menggunakan dana haji tidak benar,” kata Dyah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved