Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Mencari Sudi Buruh Tani Warga Pati, 2 Hari Belum Ditemukan, Diduga Hanyut di Sungai Kedungdowo

Sudi (52), warga Desa Perdopo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, sudah dua hari hilang.

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
Istimewa/POLRESTA PATI
KORBAN HANYUT - Tim gabungan mencari keberadaan Sudi (52), warga Desa Perdopo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Rabu (14/1/2026). Dia diduga hanyut di Sungai Kedungdowo pada Selasa (13/1/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Sudi (52), warga Desa Perdopo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, sudah dua hari hilang.

Dia diduga hanyut di Sungai Kedungdowo, Desa Perdopo, Selasa (13/1/2026).

Tim SAR gabungan pada dua hari ini juga telah berupaya mencari keberadaan Sudi.

Mereka melakukan upaya maksimal dengan menyisir aliran sungai, Rabu (14/1/2026). 

Baca juga: Perjalanan Semarang-Pati Capai 18 Jam Imbas Banjir, Sopir Truk: Normalnya 4 Jam

UPDATE Evakuasi Jenazah Syafiq Ali: Lokasi Penemuan Hujan Deras, Butuh 15 Jam Menuju Pemalang

Pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari dengan melibatkan aparat lintas instansi dan masyarakat.

Kapolsek Gunungwungkal, AKP Sukarno menjelaskan, hingga hari kedua pencarian, korban belum ditemukan, meski penyisiran telah dilakukan secara menyeluruh.

“Kami bersama tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal sesuai prosedur pencarian orang hanyut,” ujar AKP Sukarno.

Menurut dia, pencarian melibatkan personel Polresta Pati, Polsek Gunungwungkal, TNI, Basarnas, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat. 

Seluruh unsur bekerja sama menyisir aliran Sungai Kedungdowo hingga beberapa sungai yang terhubung.

“Tim gabungan kami bagi menjadi beberapa sektor untuk menyisir alur sungai agar pencarian lebih efektif,” jelasnya.

Selain Sungai Kedungdowo, penyisiran juga dilakukan di Sungai Kedungwatu dan Sungai Jembulwunut yang diduga menjadi jalur hanyut korban. 

Medan pencarian cukup menantang karena kontur sungai yang berkelok dan vegetasi yang lebat di sejumlah titik.

“Beberapa titik sungai cukup sulit dijangkau sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra dari tim,” kata AKP Sukarno.

Dia menambahkan, kondisi alam menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Arus sungai yang deras disertai air berwarna keruh menyulitkan jarak pandang tim di lapangan.

Baca juga: JPU Kejari Pati Tolak Eksepsi Botok dan Teguh, AMPB: Semakin Ditekan, Semakin Melawan!

Gunawan Dituntut Hukuman Mati, Membabi Buta Bunuh Mantan Kekasih di Kedungsuren Kendal

“Debit air masih tinggi dan arus cukup kuat akibat intensitas hujan yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ungkap dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved