Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kudus

Pemilahan Sampah dalam Tradisi Dandangan, Ikhtiar Mengelola Kebersihan yang Berkelanjutan

Setelah capai berkeliling di arena tradisi dandangan yang digelar di sepanjang Jalan Sunan Kudus pasa Senin (9/2/2026), Melina Alifa istirahat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
DANDANGAN - Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton (tengah) saat memotong pita sebagai penanda pembukaan tradisi dandangan, Senin (9/2/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Setelah capai berkeliling di arena tradisi dandangan yang digelar di sepanjang Jalan Sunan Kudus pasa Senin (9/2/2026), Melina Alifa memutuskan untuk sejenak istirahat. Tangan kanannya masih memegang kantong plastik yang berisi kudapan yang dibeli di sejumlah lapak dandangan.

 Sedangkan tangan kirinya memegang kemasan plastik bekas minuman kemasan dan plastik kemasan jajan yang isinya sudah dimakan. Melina pun mendekat pada tempat sampah yang telah tersedia di arena dandangan untuk membuang sampah sisa kemasan jajanan.

Oleh seorang relawan yang berjaga di dekat tempat sampah, Melina diarahkan untuk membuang sampah tersebut pada tempat sampah yang berwarna hitam karena sampah tersebut terbilang residu. Sampah ini tergolong sampah anorganik yang terkontaminasi makanan.

Dalam tradisi dandangan kali ini, memang secara sengaja Bakti Lingkungan Djarum Foundation terlibat dalam upaya kampanye pilah sampah. Mereka menempatkan 20 titik tempat sampah di sepanjang arena dandangan.

Setiap titik terdapat tiga tempat sampah yang terdiri atas tempat sampah berwarna hijau untuk sampah organik misalnya sisa makanan, kulit buah, tusuk sate, ampas kopi atau teh, daun kering. Kemudian ada juga tempat sampah berwarna kuning untuk sampah anorganik misalnya botol plastik, gelas plastik, kaleng, kardus, dan kertas.

 Dan ada tempat sampah berwarna hitam untuk residu misalnya sampah kemasan saset, tisu, dan sampah anorganik yang sudah terkontaminasi makanan.

“Bagus pengelolaannya karena ada pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu,” kata Melina.

Menariknya, di setiap 20 titik tempat sampah tersebut terdapat relawan dari mahasiswa yang siap mengarahkan pengunjung dandangan yang hendak membuang sampah supaya dibuang sesuai dengan kategorinya.

Satu di antara relawan tersebut yaitu Moh Shalihul Umam. Mahasiswa UIN Sunan Kudus tersebut senantiasa memberikan pemahaman kepada pengunjung yang datang yang hendak membuang sampah.

“Sampah ini setiap dua jam ditimbang terus dilaporkan ke panitianya. Terus pengunjung yang tidak tahu mau dibuang di tempat sampah yang mana karena kategorinya berbeda, bisa ditanyakan ke kami relawan yang berjaga,” kata Umam.

Upaya pemilahan sampah dalam momentum dandangan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama yang dimotori Bakti Lingkungan Djarum Foundation agar sampah di Kabupaten Kudus terkelola dengan baik. Untuk sampah organik misalnya, akan diangkut dan diolah oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation menjadi pupuk organik.

MEMBUANG SAMPAH - Salah seorang pengunjung Dandangan tengah membuabg sampah pada tempat sampah yang telah disediakan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Senin (9/2/2026).
MEMBUANG SAMPAH - Salah seorang pengunjung Dandangan tengah membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Senin (9/2/2026). (TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali)

Sedangkan sampah anorganik akan dikelola bank sampah karena ada nilai ekonominya. Selanjutnya untuk sampah residu akan berakhir di tempat pembuangan akhir atau TPA.

Pengelolaan sampah sepanjang tradisi dandangan digelar merupakan kasunyataan yang harus dilakukan. Bagaimana tidak, setiap hari ada ribuan pengunjung yang datang mengunjungi tradisi dandangan. Kontan ini berpotensi menimbulkan adanya peningkatan volume sampah.

Utamanya sisa-sisa makanan dan minuman yang berserakan di sekitar lokasi. Apabila timbulan sampah ini tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan menurunkan kenyamanan pengunjung.

Situasi ini menegaskan urgensi penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan, khususnya dalam kegiatan dengan tingkat kunjungan tinggi seperti dandangan kali ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved