Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Cegah Kenakalan, Bupati Sam’ani Minta SD dan SMP di Kudus Gelar Pesantren Kilat

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meminta kepada setiap SD dan SMP se-Kabupaten Kudus untuk menggelar

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
BUPATI KUDUS - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris (kiri) saat mengunjungi Disdikpora Kudus, Rabu (4/3/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meminta kepada setiap SD dan SMP se-Kabupaten Kudus untuk menggelar pesantren kilat saat Ramadan.

Pesantren kilat merupakan upaya untuk menanamkan nilai-nilai  keagamaan dan pembinaan karakter.

“Kami mendorong pesantren kilat dilaksanakan secara optimal di sekolah-sekolah.

Momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk membentuk karakter, memperkuat akhlak, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak sejak dini,” kata Sam’ani Intakoris saat di Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Rabu (4/3/2026).

Pesantren kilat ini menjadi salah satu upaya untuk mencegah kenakalan remaja.

Mengingat sebelumnya terdapat 21 remaja termasuk di dalamnya terdapat pelajar SMP yang diciduk Polsek Kota Kudus karena hendak tawuran.

Untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris telah menginstruksikan kepada setiap kepala sekolah, guru, dan mengimbau kepada orangtua untuk melakukan pengawasan terhadap anak di luar jam sekolah.

Baca juga: Fakta-Fakta Pejabat Pemkab Pekalongan yang Diperiksa dan Dibawa KPK ke Jakarta

Dengan begitu setidaknya anak bisa terhindar dari kegiatan negatif termasuk di dalamnya terhindar dari aksi tawuran.

“Dengan pesantren kilat ini salah satu upaya kami untuk menghindari kegiatan negatif pada siswa,” kata Sam’ani.

Dalam praktiknya, Sam’ani juga telah memantau langsung jalannya pesantren kilat di SDN 2 Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Dalam hal ini dia meminta agar pesantren kilat terus digalakkan di setiap SD maupun SMP di Kabupaten Kudus saat Ramadan.

“Teknis penyelenggaraan pesantren kilat tergantung masing-masing sekolahan.

Ada yang diselenggarakan di sekolahan dengan mengundang kiai atau ustaz,” kata dia.

Kemudian yang tidak kalah penting, kata Sam’ani, dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan pihaknya juga meminta kepada Disdikpora untuk melakukan perbaikan terhadap fasilitas pendidikan yang rusak.

Dengan begitu setidaknya proses belajar mengajar bisa berjalan dengan nyaman.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved