Berita Kudus
Manfaatkan Lahan Kosong Samping Rumah, Agus Sulistiyanto Kini Sukses Bertani Selada Hidroponik
Agus tampak sibuk memanen seladanya yang ditanam di kebun hidroponik di samping rumahnya di RT 7 RW 1 Desa Lau, Kecanatan Dawe
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
"Tidak seribet pertanian konvensional.
Memang harus teliti ketika melihat kandungan PH air dan nutrisinya yang terlarut di air.
Fokusnya di situ," kata dia.
Dalam sepekan Agus kini bisa memanen seladanya sebanyak 70 sampai 80 kilogram.
Selada itu langsung dipasok ke dua SPPG dan para pemesan yang sebelumnya telah memghubunginya.
Dia menjual seladanya Rp 28 ribu per kilogram.
"Banyak yang menghubungi, kadang saya sampai kewalahan," kata dia.
Sejak tanam sampai panen, selada membutuhkan waktu sekitar 40 hari.
Dalam hal ini Agus memilih untuk menanam secara bertahap agar setiap pekan dia bisa memanen seladanya.
Dengan begitu setidaknya dia secara rutin bisa memasok selada kepada para pemesan.
Dia menilai selada hidroponik memiliki keunggulan dibanding selada yang ditanam dengan cara konvensional.
Selada hidroponik dinilai lebih bersih.
Untuk dikonsumsi tidak perlu bersusah payak membersihkan selada.
Alasan inilah yang belakangan membuat para pelanggan lebih memilih selada hidroponik.
"Jadi untuk dikonsumsi, seladanya tidak perlu susah untuk membersihkan.
Karena memang sudah bersih sejak sebelumnya.
Dan juga seladanya tampak segar," kata Agus. (Goz)
| Awal Musim Giling PG Rendeng Kudus Ditandai dengan Tradisi Pengantin Tebu |
|
|---|
| Bukan Demo, Buruh di Kudus Akan Gelar Aksi Bersih-bersih di Balai Jagong Kudus |
|
|---|
| Mutasi Perwira Polres Kudus, Ini Daftar Pejabat Baru dan Lama |
|
|---|
| Peringatan Hari Otonomi Daerah, Bupati Kudus: Momentum Tingkatkan Kualitas Pelayanan |
|
|---|
| Siap-siap, 7 Desa di Kudus Gelar Pilkades Antarwaktu Serentak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260430_selada-air.jpg)