Berita Kudus
Puncak Hari Jadi Kudus Akan Digelar Tari Lajur Caping Kalo Secara Kolosal
Pemerintah Kabupaten Kudus telah menyiapkan agenda besar yang akan diselenggarakan pada puncak peringatan hari jadi ke-477 Kota Kudus
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Puncak Hari Jadi Kudus Akan Digelar Tari Lajur Caping Kalo Secara Kolosal
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus telah menyiapkan agenda besar yang akan diselenggarakan pada puncak peringatan hari jadi ke-477 Kota Kudus pada September 2026.
Di antara agenda yang akan diselenggarakan yaitu penampilan tari lajur caping kalo yang akan dilaksanakan secara kolosal dan targetnya yaitu memecahkan Rekor MURI.
Persiapan untuk menuju pagelaran akbar tersebut di antaranya yakni dengan menyelenggarakan festival tari lajur caping kalo. Festival ini dimulai sejak tahap seleksi yang berlangsung pada 23 Februari sampai 11 Mei 2026.
Pada tahap seleksi ini diikuti sebanyak 24 tim kategori SMP sederajat, 19 tim kategori SMA sederajat, dan 49 tim dari kategori umum. Proses seleksi ini dilakukan dengan mengirimkan video tari lajur caping kalo kepada panitia yang kemudian ditetapkan yang terbaik oleh dewan juri.
Pada puncaknya final festival di mana terpilih 4 tim pada masing-masing kategori. Mereka harus tampil di hadapan publik. Mempersembahkan tari lajur caping kalo terbaiknya. Hasilnya juara 1 diraih SMPN 1 Jati, disusul SMPN 2 Kudus sebagai juara 2, SMPN 2 Gebog sebagai juara 3, dan SMPN 2 Kaliwungu meraih Juara Harapan 1.
Sementara pada kategori SMA sederajat, SMKN 1 Kudus berhasil meraih juara 1, kemudian SMAN 1 Mejobo sebagai juara 2, SMAN 2 Bae sebagai juara 3, serta SMAN 1 Kudus memperoleh juara harapan 1.
Sedangkan untuk pada kategori umum juara 1 diraih ITEKES Cendekia Utama, juara 2 diraih PKK Kecamatan Kota, dan juara 3 diraih Dinas PKPLH, dan UKM Sekam Universitas Muria Kudus memperoleh juara harapan 1.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris berharap caping kalo sebagai warisan budaya Kudus bisa dikenal luas. Tidak hanya di Tanah Air, kalau bisa sampai dunia internasional.
“Kami harapkan caping kalo bisa mendunia sampai negara lain, kalau bisa dipakai di kerajaan Inggris menjadi heboh. Apalagi caping kalo merupakan budaya dan kreativitas masyarakat terdahulu kita,” kata dia.
Agar caping kalo tetap dikenal, katanya, pihaknya telah memberlakukan aturan bagi setiap ASN untuk memakai pakaian adat Kudus setiap tanggal 23. Kontan bagi ASN perempuan akan memakai caping kalo. Sebab, dalam pakaian adat Kudus setiap perempuan menggunakan penutup kepala berupa caping kalo.
“Dengan ini dampaknya bagi pengrajin caping kalo lebih banyak pesanan. Harapannya keahlian membuat caping kalo ini juga diteruskan kepada generasi muda,” kata dia. (Goz)
| Peluncuran Logo Hari Jadi ke-477 Kudus: Urup Nguripi |
|
|---|
| Saat Endhah Istri Bupati Kudus Peragakan Tari Lajur Caping Kalo: Saya Grogi |
|
|---|
| Festival Tari Lajur Caping Kalo, Upaya Kenalkan Warisan Budaya Kudus |
|
|---|
| Kudus Jadi Pusat Pembinaan Sepak Bola Perempuan Usia Dini, Yayat: Ekosistem Sudah Tumbuh |
|
|---|
| Geger Kardus Misterius di GITJ Ploso Kudus, Tim Gegana Cek Ternyata Isinya Cuma Sayuran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260525-kudus4.jpg)