Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Verifikasi Akun SMPB SMA 1 Kudus, Wali Murid Minta Ada Sistem Antrean Jelas

Ada yang sejak tiga hari yang lalu telah datang, namun verifikasi akun masih belum selesai.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
ANTRE - Calon siswa baru SMA 1 Kudus antre untuk melakukan verifikasi akun SPMB di SMA 1 Kudus, Sabtu (6/6/2026). (TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI) 

Jangan sampai calon murid baru berikut orangtuanya yang sudah lama antre tidak mendapatkan jatah untuk dilayani.

“Misalnya sekolah hanya bisa melayani 50 anak, bisa diterapkan pelayanan verifikasi untuk 50 anak, jadi kami datang bisa mendapatkan pelayanan,” kata Dhini.

Dhini mengatakan, anaknya yang semula merupakan siswa SMP 1 Kudus hendak masuk ke SMA 1 Kudus melalui jalur prestasi.

Dhini sangat berharap anaknya bisa masuk ke SMA 1 Kudus.

Untuk kuota siswa baru SMA 1 Kudus pada 2026 ini yakni sebanyak 432 siswa yang terbagi ke dalam 12 rombongan belajar (rombel).

Masing-masing rombel nantinya akan diisi oleh sebanyak 36 murid.

Sementara Plt Kepala SMA 1 Kudus Nur Afifuddin mengatakan, dalam proses verifikasi ini membutuhkan waktu sekitar 5 menit dengan catatan ketika berkasnya terpenuhi semuanya.

Hanya saja, kata dia, tidak sedikit calon murid berikut orangtuanya yang datang tidak membawa kelengkapan berkas.

“Misalnya tidak membawa berkas yang asli, harus mengambil dulu, keluar dulu lagi. Itu bisa 15 menit,” kata dia.

Afifuddin melanjutkan, untuk verifikasi terkadang ada akun calon murid yang tidak sesuai alamat.

Bahkan terkadang alamatnya tidak muncul atau titik koordinat tidak sesuai dengan kenyataan.

“Kalau begini kan perlu membatalkan akun dan membuat akun baru. Besok lagi datang lagi ternyata masih ada yang tidak betul lagi kan tertolak saat verifikasi,” kata dia.

Afifuddin mengimbau para calon murid atau orang tua murid supaya melengkapi berkas terlebih dahulu baru melakukan pembukaan akun.

Proses pembuatan akun juga harus benar, termasuk data yang dimasukkan.

“Karena beberapa kejadian yang akhirnya bolak-balik sampai 3 hari, kadang unggah surat pernyataan belum ditandatangi orang tua. Otomatis ulangi dari awal. Atau mungkin unggah KK dan KK yang diunggah KK lama yang masih pakai tanda tangan, otomatis ulangi lagi. Atau mungkin titik koordinat harus dibetulkan dari awal. Ada juga dari sekolah alamat rumahnya kosong. Harus dibenahi dari awal. Kalau clear berkas lengkap verifikasi bisa sehari,” kata dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved