Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Musala Ponpes Ambruk

Korban Meninggal Ambruknya Ponpes Al Khoziny Jadi 3 Orang, Ini Identitasnya

Korban meninggal insiden ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo bertambah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Adelia Sari | Editor: galih permadi
kolase surya/m taufik/istimewa polsek blega/kompas.com
KORBAN - Foto kiri: Jenazah, Maulana Alvan Ibrahimavic, korban tewas ambruknya musala Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, dimakamkan di Blega, Bangkalan.Foto kanan: kondisi musala yang ambruk.  

TRIBUNJATENG.COM - Korban meninggal insiden ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo bertambah menjadi 3 orang.

Data ini diungkap oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di sela pembukaan acara Job Fair Inklusif Tahun 2025 di Dyandra Convention Center, Selasa (30/9/2025).

Khofifah memastikan sampai saat ini ada 3 santri yang meninggal dunia.

“Sampai saat ini tadi, tiga santri terkonfirmasi meninggal dunia. Ada Muhammad Saleh dari Bangka Belitung,  Maulana Alfan Ibrahimnomik yang tadi malam terkonfirmasi, Muhammaf Masdulhaq pagi ini terkonfirmasi disampaikan kepada kami,” kata Khofifah, dikutip dari Suryamalang.

Kedua santri yang meninggal adalah Mochammad Mashudulhaq (14) asal Dukuh, Pakis, Surabaya dan Muhammad Soleh (22) asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung.

Mashudulhaq sempat mendapat perawatan di RSUD Sidoarjo.

Namun nyawa santri itu tak tertolong.

Sedangkan Muhammad Soleh mengalami luka parah karena terhimpit di bagian bawah tubuh.

Soleh meninggal dunia saat dirujuk ke RSUD Sidoarjo.

Sedangkan korban meninggal dunia pertama adalah Maulana Alvan Ibrahimavic (14)warga Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya. 

Proses evakuasi korban dari reruntuhan masih berjalan higga siang ini Selasa (30/9/2025).

Diperkirakan masih ada sekitar 7 korban yang berada di bawah reruntuhan.

Petugas gabungan masih terus berupaya untuk mengevakuasi korban dalam keadaan selamat. Sebab, korban diketahui masih bisa berkomunikasi dengan petugas. 

Diluar 7 orang itu, hingga siang ini, proses evakuasi sudah dilakukan terhadap 11 korban sejak peristiwa ini terjadi. 

"Kita masih melanjutkan fokus untuk pencarian penyelamatan yang terindikasi masih hidup ya kemungkinannya karena ada yang bisa komunikasi dan kita masih mengalirkan oksigen maupun minuman," kata  Sekdaprov Jatim Adhy Karyono saat dikonfirmasi di lokasi, dikutip dari Tribunjatim.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved