Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Musala Ponpes Ambruk

Kabar Duka, Haikal Meninggal Dunia

Duka menyelimuti keluarga besar Ghifari Haikal Nur (17). Haikal adalah satu di antara puluhan santri Ponpes Al Khoziny

Tayang:
Editor: galih permadi
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
DIMAKAMKAN DI LAMONGAN - Ghifari Haikal Nur (17) dikebumikan di desa kelahirannya, Desa Wangen, Kecamatan Glagah, Lamongan, Rabu (8/10/2025) pagi. Haikal merupakan satu di antara puluhan korban tewas ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025). 

TRIBUNJATENG.COM - Duka menyelimuti keluarga besar Ghifari Haikal Nur (17).

Haikal adalah satu di antara puluhan santri Ponpes Al Khoziny yang menjadi korban ambruknya musala ponpes tersebut merupakan warga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Haikal berasal dari Desa Wangen, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan telah dikebumikan di pemakaman desa, Rabu (8/10/2025) pagi.

Baca juga: Haical Santri Selamat Ambruknya Ponpes Al Khoziny Diamputasi, Ada Infeksi Menjalar ke Hati

Cinta Segitiga Ibu Bhayangkari: Tega Khianati Polantas Suami demi Pak Bhabin

10 Fakta Ibu Persit Istri TNI Selingkuh dengan Bawahan Suami, Terbongkar Saat Mandi

GEGER Mayat Gadis Tanpa Busana di Sungai Citarum, Dina Karyawati Minimarket Korban Pembunuhan?

Ia dimakamkan berdampingan sang ayah yang meninggal empat tahun lalu.

Santri yang bercita-cita menjadi ulama ini diserahkan pihak Rumah Sakit Bhayangkara kepada keluarga pada Rabu (8/10/2025) dan tak lama langsung dimakamkan.

Meski tetap sedih, ibu korban Sundari tetap tegar. Menurut Sundari, Haikal merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara.

Haikal duduk di kelas tiga Aliyah di Pondok Pesantren Al khoziny Sidoarjo. Haikal adalah anak pendiam yang bercita-cita ingin menjadi ulama besar.

Bahkan, setelah lulus Madrasah Aliyah,  Haikal berencana akan tetap bertahan menuntut ilmu melanjutkan kuliah di Pondok Pesantren Al Khoziny.

"Cita-citanya jadi ulama," ungkap Sundari, Rabu (8/10/2025).

Sundari mengaku bisa menerima takdir anaknya yang mendahuluinya akibat musibah ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny.

Ia menceritakan, sebelum kejadian,  Sundari mengaku tak ada firasat apapun. 

Bahkan ia masih sempat komunikasi sebelum insiden, jika Haikal ingin agar bisa segera liburan sekolah.

Obrolan dengan putranya pun bukan menjadi lambang atau firasat apapun. Percakapannya sebagai hal yang wajar dan biasa-biasa saja.

"Jadi tidak ada firasat apa-apa," katanya.

Namun tragedi itu terjadi, keluarga korban baru mendapat informasi terkait keadaan Haikal pada Selasa (7/10/2025) malam. 

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved