Breaking News
Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

LDII

Indonesian Breeder Award 2025: Warga LDII Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan

Warga LDII raih Indonesian Breeder Award 2025. LDII tegaskan komitmen memperkuat pangan dan kemandirian benih nasional.

Tayang:
Penulis: Ctr | Editor: Catur waskito Edy
KIM LDII
Penghargaan “Indonesian Breeder Award (IBA) 2025 Kategori Social Impact diraih Ketua DPP LDII Rubiyo (paling kiri) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Persoalan pangan kini menjadi isu strategis yang menentukan kedaulatan sebuah bangsa.

Di tengah perubahan iklim dan alih fungsi lahan, Indonesia dituntut mampu membangun sistem pangan yang mandiri dan kuat.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, yang menempatkan pangan bukan semata soal pemenuhan kebutuhan hidup, melainkan alat diplomasi global.

Pangan sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa

KH Chriswanto mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai swasembada pangan pada pertengahan 1990-an.

Namun, langkah tersebut terganjal kebijakan IMF yang menghapus berbagai subsidi pada 1998.

Dampaknya, petani kehilangan pondasi usaha dan rentan terhadap rentenir, monopoli perusahaan besar, serta jalur pasok yang panjang.

Akibatnya, produktivitas pertanian nasional menurun dan upaya swasembada kembali menghadapi tantangan besar.

Ia menegaskan bahwa negara maju seperti Uni Eropa dan Amerika Utara tetap mempertahankan subsidi untuk menjaga produktivitas petani.

Pangan, menurutnya, telah menjadi instrumen geopolitik pada abad ke-21, di mana negara pengekspor dapat mengendalikan negara lain melalui suplai pangan.

Warga LDII Raih Indonesian Breeder Award 2025

Dalam konteks penguatan pangan nasional, warga LDII menunjukkan kontribusi nyata.

Ketua DPP LDII sekaligus peneliti BRIN, Rubiyo, berhasil meraih Indonesian Breeder Award (IBA) 2025 untuk Kategori Social Impact. Penghargaan ini diberikan oleh PERIPI dengan dukungan IPB University dan EWINDO.

Rubiyo menyampaikan bahwa IBA merupakan penghargaan tertinggi bagi para pemulia tanaman yang berkontribusi besar dalam IPTEK, ekonomi, dan sosial.

Tahun ini terdapat tujuh kategori penghargaan, mulai dari economic impact, social impact, innovation and technology development, hingga lifetime achievement.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved