Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bobby Nasution Dihujat karena Lempar Bantuan dari Helikopter: Ada Video yang Diedit

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberi penjelasan soal aksinya saat memberikan korban bantuan yang menjadi viral

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Istimewa/Instagram Bobby Nasution - Kompas TV
LEMPAR BANTUAN - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution saat menjatuhkan satu kotak mie instan dari helikopter ke daerah terisolir karena banjir dan longsor di Tapanuli Tengah beberapa hari lalu. Ia pun menjawab kritik yang didapatkannya  

TRIBUNJATENG.COM - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberi penjelasan soal aksinya saat memberikan korban bantuan yang menjadi viral.

Saat itu, Bobby melemparkan bantuan kepada korban banjir di Tapanuli Tengah dari atas helikopter.

Ia menjelaskan latar belakang dari peritiwa tersebut.

Menantu Jokowi juga menyebut jika video yang beredar sudah diedit karena faktanya yang ia bagikan bukan beras, melainkan Indomie.

Baca juga: Sepatu Berlumpur Gubernur Aceh Mualem saat Jemput Prabowo Disorot, Dibandingkan Pejabat Lain

Baca juga: 20 Tahun Disiksa di Malaysia, Seni TKW Asal Temanggung Sampai Lupa Identitas, Cuma Ingat 1 Nama

Aksi Bobby melempar bantuan dari atas helikopter banyak mendapatkan hujatan.

Sebagai seorang Gubernur tak seharusnya Bobby Nasution menyalurkan bantuan dengan cara tersebut.

Pasalnya banyak yang menyalurkan bantuan melalui helikopter namun dengan memberikannya langsung kepada  masyarakat yang membutuhkan. 

Terkait ini, Bobby pun angkat bicara.

Mulanya Bobby dimintai keterangan oleh wartawan soal dirinya yang viral karena melempar bantuan dari helikopter

"Pak boleh diceritakan nggak pak terkait penurunan logistik dari atas untuk warga itu, banyak yang mempermasalahkan itu," tanya wartawan, Senin (8/12/2025). 

"Karena kondisi lapangan, kan kalau jalur darat enggak pernah dilempar-lempar, karena apa, karena bisa disalurkan langsung," jawab Bobby.  

"Yang dari udara nggak mungkin kita paksa angkatan udara ngebantu masyarakat habis itu rame-rame kena baling-baling helikopter," sambungnya. 

Bobby mengkhawatirkan keamanan masyarakat yang takut terkena baling-baling helikopter

"Karena baling-baling bukan cuma di atas, ada juga di belakang di buntut, boleh dilihat langsung, masyarakat itu begitu melihat ada bantuan langsung mendekat, begitu kita makin turun disampaikan oleh Pak Danlanud ada tidak yang bisa memastikan masyarakat tidak terkena baling-baling," pungkasnya. 

Di sisi lain, Bobby menegaskan penyaluran bantuan tersebut terpaksa dilakukan karena daerah yang dikunjungi terisolasi dan tidak memiliki akses jalan akibat tertutup material longsor.

"Tadi sudah disampaikan daerah terisolir itu, artinya tidak bisa terjangkau. Kalau misalnya tidak bisa dijangkau, berarti kan ada bantuan dari udara. Untuk apa helikopter yang diberikan dari pemerintah pusat, dari Polri, dari TNI, tujuannya mempercepat bantuan," ungkapnya saat konferensi pers di Posko Tanggap Bencana di Jalan AH Nasution, Medan, Minggu (7/12/2025) malam, melansir dari Kompas.com.

Diedit

Bobby menambahkan, video yang beredar telah diedit, sehingga mengubah konteks dari bantuan yang dijatuhkan.

"Walaupun diedit-edit, ya yang saya drop itu Indomie, tiba-tiba keluarnya jadi beras. Ini agak-agak aneh," jelasnya.

Lebih lanjut, Bobby meminta masyarakat untuk fokus pada upaya membantu korban bencana alih-alih memperkeruh suasana dengan kritik.

"Jadi saya minta kepada semua masyarakat, apalagi yang tidak terkena bencana, ayo support, ayo dukung, bantu doa, jangan memperkeruh suasana. Artinya kita semua ini ingin mempercepat penanggulangan," tegasnya.

Dia juga menyoroti kondisi masyarakat yang telah berhari-hari tidak mendapatkan makanan.

"Kita melihat langsung masyarakat yang sudah berhari-hari tidak makan. Kita melihat langsung masyarakat yang terisolir, bahkan banyak (info) dari Basarnas mayat-mayat yang belum bisa dievakuasi karena jalurnya belum terbuka. Ini menjadi fokus kita," tambahnya.

Di sisi lain, Bobby mengakui pentingnya kritik untuk perbaikan di masa mendatang.

"Saya rasa itu mudah-mudahan menjadi kritik yang membangun," tutupnya.

(*/ Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved