Berita Batang
Pertamax Naik, Dolar Menguat, Pengusaha Kerupuk Batang Terjepit: Semua Bahan Baku Naik
Sapari Temu (66), pengusaha kerupuk yang telah puluhan tahun menggeluti usahanya mengaku saat ini tengah menghadapi masa sulit
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
Pertamax Naik, Dolar Menguat, Pengusaha Kerupuk Batang Terjepit: "Semua Bahan Baju Naik"
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Asap dari tungku penggorengan masih mengepul di sentra industri kerupuk Kebundelan, RT 5 RW 8, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.
Namun di balik aktivitas yang tampak biasa itu, tersimpan kegelisahan yang semakin besar.
Kenaikan harga bahan bakar dan menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah membuat biaya produksi kerupuk melonjak tajam, sementara harga jual sulit dinaikkan.
Sapari Temu (66), pengusaha kerupuk yang telah puluhan tahun menggeluti usaha rumahan tersebut, mengaku saat ini tengah menghadapi masa yang tidak mudah.
Baca juga: Warga Blora Keluhkan Kenaikan Harga Pertamax, Pertimbangkan Beralih ke Pertalite
Hampir seluruh bahan baku utama mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir.
"Naik semua. Pati, plastik, minyak goreng, garam, semuanya naik," kata Sapari kepada Tribunjateng, Rabu (10/6/2026).
Kenaikan paling terasa terjadi pada tepung pati yang menjadi bahan utama pembuatan kerupuk.
Jika sebelumnya harga tepung pati masih berkisar Rp 700 ribu per kwintal, kini melonjak hingga mencapai Rp1,3 juta per kwintal.
"Harga pati dulu Rp700 ribu per kuintal, sekarang sudah Rp1,3 juta. Naiknya mulai setelah bulan Juni dan katanya masih bisa naik sampai Agustus," ujarnya.
Menurut Sapari, kenaikan harga bahan baku diduga dipengaruhi oleh naiknya harga bahan bakar nonsubsidi seperti Pertamax yang berdampak pada biaya distribusi, serta menguatnya dolar yang ikut memengaruhi harga komoditas dan bahan pendukung industri.
Pati yang digunakan dalam produksinya didatangkan langsung dari Lampung.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi, ia biasanya membeli dalam jumlah besar hingga dua truk sekali pengiriman.
Kondisi tersebut membuat kenaikan harga sedikit saja langsung berdampak besar terhadap biaya operasional.
Meski biaya produksi terus meningkat, Sapari mengaku tidak bisa serta merta menaikkan harga jual kerupuk.
| Truk Besi Tabrak Dump Truk di Jalur Menurun Pantura Gringsing Batang, Terguling ke Badan Jalan |
|
|---|
| Mantan Bupati Batang Ngaku Punya Bukti Rekaman Dugaan Penyimpangan Program Prioritas Presiden |
|
|---|
| Kejari Batang Musnahkan Ribuan Pil Terlarang dan Sabu Senilai Ratusan Juta |
|
|---|
| Kejar Haji di Usia Prima, Gen Z Batang Rela Nabung Bertahun-tahun Demi Nomor Porsi |
|
|---|
| 30 Ribu Mangrove Disiapkan untuk Selamatkan Pesisir Batang dari Ancaman Abrasi dan Krisis Iklim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260210_pengusaha-kerupuk-batang.jpg)